Naik Perahu di Clarke Quay - Boat Quay (Ngayap-Ngayap ke Singapura Day 1B)


Ini urutan ceritanya ya...

Bikin Paspor

Merah Meronanya Chinatown

Apa kabar, teman-teman?


Sepulang dari makan siang di Maxwell dan berkeliling ke Budha Tooth Relic dan Sri Mariamman Temple, kami pun kembali ke 5Foot Inn karena udah waktunya check in. Review tentang hostel ini saya tulis terpisah aja ya.


Selesai check in, mandi, dan masukkin tas ke loker, kami pun siap-siap menuju Clarke Quay. Sebelum jalan, saya ngisi botol dengan mineral water daripada ntar beli. Beres, saatnya ngayap ke Clarke Quay untuk naik perahu ke Boat Quay.

Dari Chinatown ke Clarke Quay cuma satu shelter aja di jalur ungu dengan ongkos satu dolar sekian. Selesai beli tiket, saya nanya ke seorang Ibu kalau mau ke Clarke Quay, naiknya ke sebelah mana.

“Clarks Quay?” Iya, si ma’am nyebut “Clarke” ada “S”nya gitu.

Si Ibu itu lalu nunjukin kalau mau ke Clarke Quay, turun satu lantai dan keretanya ada di sebelah kanan. Kanan apa kiri ya, saya lupa dah, haha... Pokoknya ada tulisannya dah. Abis itu si ibu jalan cepet banget.

Yang bikin saya terlongo, begitu si ibu sampe di tengah, dia celingak-celinguk ke belakang dan pas ngelihat saya, dia langsung bilang, “Hey, this is to Clarke Quay,” katanya sambil menunjuk.

“Thank you, Ma’am,” kata saya setengah teriak, karena abis itu dia langsung jalan cepet banget.

Sejak itu saya janji, saya harus lebih banyak menolong orang tanpa harus menunggu, apalagi meminta orang itu mengucap terima kasih. J

Karena cuma satu shelter, baru juga mau duduk, lah udah turun aje, hahah. Nah untuk keluar menuju river-nya ini yang lumayan belibet untuk kami. Nggak juga rempong sih, karena udah ada panah-panahnya. Dan akhirnya, sampai juga kami di river yang tepatnya di belakang mall, yeayyy...

Clarke Quay, Singapura

Clarke Quay, Singapura
Sore yang super kece di Clarke Quay. Kami duduk-duduk bentar di tangga sambil merhatiin perahu wisata yang mondar-mandir bawa penumpang. Kalau perahu yang bayar bolak-balik ini lebih warna-warni. Lalu saya mengalihkan mata ke perahu-perahu yang ngetem di pojokkan sisi kiri. 

Menjalankan pandangan ke sisi agak ke tengah, saya mendapati tulisan Merry Christmas yang cukup besar dan jelas. Di seberang river itu juga saya memerhatikan ruko-ruko dengan warna-warna soft.


Clarke Quay, Singapura

Clarke Quay, Singapura
            Abis itu kami berjalan ke sisi kiri, menuju loket penjualan tiket perahu. Petugas loket si Miss orang India itu pun menyapa kami.

Dia      : Hi...

Saya    : Hi, Miss. We want single trip to Boat Quay. How much the ticket?

Dia      : Oh, ok. Eight dollars for single trip. Two ticket?

Trus si Miss ini nunjukkin peta, nantinya si perahu bakalan bawa kita lewat mana aja, dan tempat turun di Boat Quay-nya.

Saya    : Ok, Miss.

Balas saya sambil ngasih duit. Kalau tiket yang mondar-mandir tentunya lebih mahal lagi, makanya kami beli yang single trip aja. Biar irit dolar, yang penting udah nyobain naik perahu di BeKaTe-nya Singapur, hahah...

Mbak Anna : *tinggal bayar, haha*


Clarke Quay, Singapura
            Si miss itu lalu nunjukkin tempat nunggu perahunya. Nggak jauh dari tempat kami duduk-duduk sebelumnya. Ya iyalah, namanya si situ-situ doang, hahah... Di tempat nunggu ini ada cewek bule sama emaknya.
 
Tangga buat nyebur. Clarke Quay, Singapura
            Nggak lama perahunya pun datang, horeyyy... Di bantu miss penjaga loket, kami satu-persatu naik lewat depan perahu. Perahu ini macam mini kapal, warnanya putih. Satu perahu kira-kira bisa ngangkut 20 penumpang dengan tempat duduk dua-dua di kanan-kiri. 

Kata si miss itu namanya Bumble Jet. Di bagian belakangnya ada tempat terbuka. Duduk di sana lebih asyik buat foto-fotonya, tapi udah ditempatin sama bule-bule yang naik duluan. Ya udin, saya balik ke kursi paling depan.


Di dalam perahu dari Calrke menuju Boat Quay, Singapura
            Perahu ini mulai berjalan pelan dan seterusnya emang pelan, karena enggak ngejar setoran. Pemandangan di sisi kanan-kirinya aje gile kerennya. Ini beberapa yang saya cekrek.


Menuju Boat Quay, Singapura

Menuju Boat Quay, Singapura

Menuju Boat Quay, Singapura

Menuju Boat Quay, Singapura

Anderson Bridge, Boat Quay, Singapura

Marina Bay, Singapura

Boat Quay, Singapura
            Dan akhirnya tibalah kami di Boat Quay. Turun dari perahu, kami langsung berjalan ke sisi kiri melewati Merlion Park, lalu turun tangga. Pas mau nyebrang menuju Raffles Place, kami jajan es krim sandwich dulu, hehe. Harganya SGD 1.20. Lumayan engap juga ngabisin itu es, tebel amat sih.


Merlion Park, Singapura

Merlion Park, Singapura

Merlion Park, Singapura

Sandwich Ice Cream di Merlion Park, Singapura. Udah digigit baru inget belum difoto, haha
Kami tiba di Rafless Place bersamaan dengan orang pulang kantor, jadi ya cukup rame. Lalu kami menyeberang dan berjalan ke sisi kanan, menuju Museum Singapore dan Monumen Raffles, abis itu nyebrang lagi dan makan di Burger King yang ada di salah satu ruko yang berjejer di belakang Singapore Land Tower.
Add caption

Nyeberang menuju Raffles Place, Singapura

Rafless Place, Singapura

Rafless Place, Singapura

Museum di Rafless Place, Singapura

Semacam Tugu Raffless di Rafless Place, Singapura
Nit, inget ya, di sana fast-food umumnya nggak ada nasi. Begini wejangan Mbak Pipiet sang juragan trepel Pandra Tour, haha... Saya pun pesan nugget, kentang, dan minum yang harganya sekitar SGD 5 atau 6.


Singapore Land Tower, Singapura


Nggak kenyang :P Burger King Rafless Place, Singapura

Pu'un Natal di samping Singapore Land Tower
           Kelar makan, kami kembali nyebrang ke Merlion Park, trus foto-foto di Merlion dah. Makin menuju malam, yang datang makin banyak. Selesai foto-foto, kami kembali menuju keluar Merlion Park, jalan ke arah kiri, turun tangga, trus melingkar ke arah belakang tangga itu sampai ketemu terowongan. Saya ngelihat jam, hampir menuju jam tujuh, tapi langit belum gelap.


Resmi sudah ke Singapura, hahaha...


The Fullerton Hotel, seberangnya Merlion Park, Singapura

Merlion Park area, Singapura

Merlion Park area, Singapura
            Keluar dari terowongan ini kami naik tangga trus berjalan di atasnya yang cukup panjang juga, tapi nggak masalah sih karena di sepanjang jalan itu ada tempat duduk. Jadi kalau gempor kami duduk dan foto-foto dulu, haiyahhh... efek hampir nggak pernah olah-raga, sekalinya jalan kaki lumayan jauh, engap juga. Ngiri sama mereka yang pada olah-raga lari-lari naik turun tangga trus lari lagi. 


Terowongan di Merlion Park area, Singapura
Oh ya, pas lagi istirahat duduk-duduk di atas jembatan ini, saya kan foto-foto Marina Bay di seberang sonoh yang lampunya mulai nyala, ada bapak-bapak yang sampe berhenti jalan. Saya langsung nurunin kamera dan bilang, “Sorry, Sir,” kata saya sambil nyengir.

Si Bapak sama sekali nggak bersungut-sungut, apalagi ngatain saya norak. Beliau balas nyengir dan malah bilang excuse me juga pas melintas di depan kami. Salah satu dari beberapa orang penduduk asli yang ramah-ramah, yang kami temui.


Keluar dari terowongan menuju Marina Bay, Singapura
Eh trus pas kita lanjut jalan lagi, ada cowok abegeh yang lagi foto sama keluarganya. Si cowok itu fotoin keluarganya (saya nggak tau kalau mereka satu keluarga atau bukan, cuma ada bapak, ibu, dan anak cewek lebih muda dari cowok itu) dari bangku taman, trus keluarganya foto dengan background Marina Bay. 

Ya kami berhenti jalan dulu dong, daripada ngerusak foto mereka. Si cowok yang jauh dari kata ganteng ini pun menurunkan kamera dan nyeletuk, “Mau lewat ya lewat aja!” trus ngakak sendiri. Ngemeng sendiri sih, nggak natap ke kami. Moncong soak kan emang gitu, mana berani ngatain orang sambil natap mukanya, haha...


Saya dan Mba Anna nyengir, ketemu “orang kita” di negeri orang yang nyolotin gitu. Not important at all to reply his nyolot, karena kami nabung-nabung ke negeri orang buat having fun kan, bukan nyari ribut, haha :D


Di atas tangga Merlion Park, Singapura
Di senja itu banyak juga yang pada olah-raga. Saya jadi mikir, mungkin kenapa cewek-cewek Singapur yang pada nuntun balita itu pada langsing berperut rata, padahal porsi makan di food court itu seabreg-abreg. Mereka pada jalan kaki dan olah-raga. Ya minimal pada jalan kaki deh. That’s my resolution tanpa harus nunggu tahun baru :P Harus lebih banyak jalan kaki. :P 



Tempat duduk di sepanjang jembatan Merlion Park, Singapura
Turun tangga, kami jalan terus melewati Esplanade sampai akhirnya tiba di Helix Bridge dan berakhir di Marina Bay Shopping Centre. Di depan mall itu yang berhadapan dengan river, kami duduk-duduk sambil ngelihatin orang-orang yang pada olah-raga.

Marina Bay, Singapura


Singapore Flyer


Esplanade, SIngapura
Kami tiba di mall udah jam setengah sembilan malam. Eh tau nggak, niat saya ke sana kan karena pingin nonton laser show, tapi ternyata antara udah kelar atau enggak ada, karena malam itu emang rada gerimis. Agak kecewa sih, tapi kan masih bisa ke sini lagi besoknya.


Cantiknya malam di Singapura

Helix Bridge, Singapura


Abis itu kami pulang naik MRT yang ada di basement mall menuju Chinatown, sambil lihat-lihat dalem mall dan “mini lake” beserta perahu di salah satu lantai. Aihhh kereeennn... di mall ada perahu. Dari mall ini kami naik jalur merah lalu turun di Dhoby Ghaud, dan tukar jalur ungu menuju Chinatown.
Lempar coin, di Mall Marina Bay, Singapura
Pagoda St jauh lebih rame ketimbang siang dan sore. Pas saya mau nge-tap kunci dan nggak bisa-bisa, ada bapak-bapak pedagang yang langsung nyamperin dan ngajarin cara gunain kuncinya, tanpa saya minta tolong lebih dulu. Keren ya... J

Sampai di kamar, kami say hi sama dua cewek yang lagi leyeh-leyeh di tempat tidur. So tired but very very happy. Time to sleep...

Sampe sini dulu ya ceritanya. Nanti lanjut lagi hari kedua sekaligus hari terakhir kami ngayap di Singapura, yaitu ke Haw Par Villa dan Art Museum. Makasih banyak ya udah mampir :)            

2 comments:

  1. Belum susur detail di clark quay nih. Besok ulang lagi ah klo kemari.

    ReplyDelete

Makasih banyak ya teman-teman udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen akan melewati jalur sensor dulu yaaa...

BTW don't call me "Mak" or "Bunda" cause I'm not Emak-Emak or Bunda-Bunda :P