Petualangan Kenyang di Indonesian Food Adventure Mall Bassura 2016

            
Sebagai pecinta masak dan juga penyuka serba-serbi dunia kuliner, saya seneng banget begitu tau ada event “Indonesian Food Adventure” atau “Petualangan Kuliner Indonesia” ini di grup facebook-nya Blogger Crony. Event ini berupa talkshow tentang kuliner lokal di mata dunia serta festival kuliner Indonesia yang bisa diicip-icip gratis. Wow, acara yang keren banget kalau buat saya.

Apalagi, event-nya ini diadakan di Mall @Bassura yang deket banget dari rumah. Cepet-cepetlah saya ngisi formulirnya, karena yang tertulis di pengumumannya, undangan cuma untuk 15 blogger aja. Ya, mudah-mudahan aja saya bisa dapet undangannya.

Rasanya tiga hari menjelang hari H, pengumumannya pun keluar, siapa aja yang diundang ke event super keren ini. Ternyata ditambah jadi 30 blogger dan nama saya ada di nomer 30, hahaha... Makasih ya, mba Nisa untuk undangannya.


Saya tiba di Mall @Bassura kurang lebih jam setengah satu lewat. Dari pintu masuk, tinggal jalan lurus aja menuju area tengah. Ssst... walaupun Mall @Bassura ini bisa dibilang masih tetanggaan dengan rumah, tapi baru kali ini saya ke sana.

Ada dua meja pendaftaran, untuk umum dan media-blogger. Selesai ngisi data, panitia pun ngasih sembilan kertas voucher; satu voucher goodie bag dan sisanya voucher untuk icip-icip makanan, yeayyy... banyak juga ya.

Indonesian Food Adventure ini merupakan rangkaian dari event akbarnya “Indonesia is Me” yang diadakan oleh Synthesis Development (pengembang propertinya Mall @Bassura, Synthesis Square, Synthesis Residence Kemang, Bassura City dan Prajawangsa City, serta beberapa proyek sebelumnya) bekerja sama dengan Jakarta Food Adventure dan juga Jalan Sutra.

Mas Idfi
Sekitar jam satu siang, acara pun dimulai. Kami disapa dengan super heboh oleh Mas host Idfi yang mukanya itu perpaduan antara si Rangga-nya AADC dan Andhika Pratama (ini beneran lho, walaupun nggak penting juga sih saya nulis ini, haha...). Mas Idfi ini juga salah satu timnya Jakarta Food Adventure.

Pengunjung yang hadir, selain dari teman-teman Blogger Crony, ada juga dari KPK Kompasiana, Jalan Sutra, dan juga Jakarta Food Adventure, serta pengunjung lainnya.


Selesai acara “say hi” alias sapa-sapa komunitas, kami pun menyaksikan tari-tarian medley dari beberapa provinsi di Indonesia. Pastinya meriah banget. Selanjutnya ada kata sambutan dari mba Ira Lathief yang merupakan pendiri komunitas kuliner Jakarta Food Adventure.

Lalu saatnya kami upgrade pengetahuan tentang dunia kuliner lokal kita di mata dunia, dengan menyimak talkshow dari tiga narasumber hebat, yaitu mba Ira Lathief, serta bapak Harry Nazaruddin dan ibu Lidya Tanod dari komunitas traveling dan kuliner “Jalan Sutra”.

Mba Ira, Ibu Lidya, dan Pak Harry
Sesi pertama dibawakan oleh pak Harry dan ibu Lidya. Selain moderator dari Jalan Sutra, kedua narasumber ini juga duet bikin buku kuliner “100 Maknyus Bali”. Komunitas Jalan Sutra ini didirikan oleh pak Bondan Winarno. Nggak cuma untuk kumpul kulineran aja, tapi mereka juga udah menghasilkan karya-karya di bidang kuliner, seperti buku kuliner “100 Maknyus” dan juga seri “Kimia Sutra”.  

Secara bergantian, pak Harry dan ibu Lidya menjelaskan banyak hal tentang gimana caranya kuliner lokal kita bisa mendunia.

“Jamur Kulat Pelawan”. Ini kuliner lokal yang salah satunya bisa dijadikan mendunia. Kalau saya sih baru denger nama kuliner ini, hehe. Ini kuliner favoritnya orang Bangka, yang harganya onde mandeee mahalnyooo... bisa sampe 1,5 juta. Jamur ini bukan sembarang jamur, hehe... karena proses tanamnya menggunakan bantuan petir juga. Selain itu, jamur kulat pelawan ini juga mengambil energi bulan, dan proses panennya terjadi di malam hari.

Biasanya jamur kulat pelawan dimasak sebagai “Lepah Kulat Pelawan”. Kuliner ini ada di resto-resto yang semangkuk harganya kurang lebih 250 ribu. Lumayan mahal? Iya sih kalau buat saya, hehe... Iya bahan dasarnya aja juga udah mahal ya, karena memang jamur ini termasuk langka.

Selanjutnya ada lagi kuliner yang namanya “Latoh”, kuliner khas dari Lasem, Rembang. Kalau di Bali namanya “Bulung”. Bentuknya kayak semacam urap. Ini juga termasuk produk lokal yang ditargetkan bisa go international.

Trus gimana caranya biar kuliner lokal bisa bersahabat dengan lidah bule-bule atau orang-orang luar negeri? Salah satunya dengan melakukan inovasi yang lebih lagi. Misalkan rendang, ya biar cocok dengan lidah foreigners, bikinnya jangan terlalu pedas. Selain itu penyajian dan kemasan juga mesti kece, biar orang-orang tertarik untuk beli. Dan pastinya, rasa kudu enak.

Oh ya, saat ini kuliner gudeg itu cukup nge-hits juga di Singapur. Kalau rendang udah pasti ya, karena Malaysia, Singapura, Brunei, dan mungkin di negara-negara lainnya, rendang juga udah diinovasi menjadi menu hamburger beef rendang dan kuliner lainnya.

Jadi nggak usah kaget juga sih kalau misalnya lagi traveling trus ketemu kuliner lokal yang rasanya agak beda dari buatan asli kampung kita. Karena taste memang mesti disesuaikan. Kuliner luar yang masuk ke Indonesia pun juga sama kan. KFC dan Mc’D aja nyampe ke Indonesia jadi jualan nasi juga, hehe...

Selesai nyimak presentasi dari pak Harry dan ibu Lidya dari komunitas Jalan Sutra, saatnya menyimak presentasi dari mba Ira Lathief.

Selain jadi founder-nya Jakarta Food Adventure, mba Ira juga seorang tour guide dan businesswoman juga di bidang kuliner. D’Marco merupakan nama brand kuliner mba Ira yang fokus di martabak rendang. Ini juga salah satu menu yang kami icip-icip gratis.

Sharing pertama dari mba Ira yaitu perkenalan tentang trip organizer Jakarta Food Adventure yang kegiatannya adalah mengenalkan kuliner Jakarta dan sekitarnya, khususnya untuk foreigners. Biasanya mereka melakukan petualangan kuliner ke little India-nya Jakarta alias Pasar Baru, Old Town Batavia atau Kota Tua, Portuguese Village di Kampung Tugu dan juga little Arab-nya Jakarta alias Cikini. Yang pengen gabung bisa kepo-kepo nih di IG dan twitter-nya @jakartafoodtour dan fanpage “Jakarta Food Adventure”.

Materi talkshow selanjutnya itu nggak jauh beda, tentang cara mempopulerkan kuliner lokal kita biar ngetop sedunia. So far Indonesia cukup bangga karena beberapa brand lokal seperti Kebab Turki, J.Co, Es Teller 77, Indomie seleraku, kopi Kapal Api dan banyak lagi sih ya, bisa diterima dan sukses di beberapa negara.

Untuk promo, menggunakan internet juga salah satu cara yang efektif. Kadang, kata mba Ira, kalau googling kata “rendang” aja yang muncul malah taste of Singapore. Oh ya, kopi Jawa kalau di luar negeri juga cukup famous, sampe akhirnya ada istilah “a cup of Java”. Malahan Starbucks juga udah bikin “java coffee”. 

Sesi dari mba Ira selesai. Selanjutnya ada sharing dari perwakilan Bassura City. Sekedar info aja buat yang mungkin belum tau, kalau Bassura itu singkatan dari Basuki Rahmat. Famous-nya sih emang daerah pasar Gembrong Cipinang ya, hehe... Selain apartemen, Bassura City juga punya mall, ada bioskopnya juga - Bassura City XXI - tapi saya belum nyobain nonton di sana. Trus ada juga perkantoran, pusat belanja, convention hall, tempat olah-raga, pendidikan, dan juga kesehatan. Lengkap ya.

Apartemen Bassura City punya 10 tower. Lalu untuk tipe apartemennya ada yang studio type, 2 bedrooms, dan 3 bedrooms. Fasilitas, pasti adaaa... kolam berenang ya salah satunya. So far unit di Bassura City udah laku sekitar 6 ribuan. Buruan beli gih, daripada ntar nggak kebagian, haha...

Selain dari Bassura City, ada juga promo dari Prajawangsa City. Ini dekat TB. Sumatupang. Prajawangsa City punya 8 tower yang dikasih nama sesuai dengan nama Pusaka Prajawangsa. Ini nanti saya bahas di post saya selanjutnya, tentang nobar Pusaka Prajawangsa bareng teman-teman dari Blogger Perempuan. Bisa menjadi pilihan juga seandainya di Bassura City kejauhan dari lokasi kerja atau urusan lainnya.

Wokehhh... acara upgrade pengetahuannya selesai. Saatnya icip-icip kuliner. Untuk undangan dari media dan blogger, kami dipandu oleh mba Ira menuju ruang marketing-nya Bassura City yang ada di luar mall. Di ruang ini kami mamam-mamam dari 3 stand dulu.

Ini ruang marketingnya Bassura City

Kue Timpan by RM. Selera Kita, Pasar Baru

            
Ini kuliner dari Aceh, campuran tepung ketan isi srikaya dan telur. Kue ini biasanya disajikan di special moments kayak hari besar Islam atau pesta-pesta.


Kue Lampet

            
Kuliner dari Batak Tapanuli. Dimasaknya ada yang dari beras atau ketan, trus dibungkus daun pisang. Kue yang cukup populer buat orang Batak.


Sayur Babanci by Historia Kafe, Kota Tua

            
Ini kuliner dari Betawi. Kayak sayur godog tapi nggak ada sayurnya, tapi namanya sayur. Ya gitu deh. Biasanya sih diisi daging dan irisan kelapa muda. Makannya pake lontong. Biasanya ada di acara-acara tertentu. Kuliner ini udah cukup langka, karena bumbu dan rempah yang jumlahnya ada 17 macam ini ada yang udah langka juga.


Es Pallubutung by Bikini’s Food, catering di Jakarta

           
Ini kuliner dari Makassar. Es pisang yang enakkkk bangetttt... Saya lebih suka ini ketimbang es pisang ijo.

            
Selesai mamam-mamam di ruang marketingnya Bassura City, kami balik lagi ke mall dan menuju ruang marketingnya Prajawangsa City. Di sini, kami lanjut cemal-cemil...

Martabak Rendang by D’Marco Martabak

            
Martabak telur dengan rasa rendangnya yang mantapsss... Beneran ini enak banget. Oh ya, ini martabak, pedasnya juga ada level-levelnya, dari 1 sampe 5. Untuk kemasan frozen-nya juga ada, dan malahan jadi pelopor martabak frozen di Indonesia. D’Marco bisa diorder di Mataharimall.com, Tokopedia, dan toko online lainnya. Outlet-nya juga ada di Jakarta dan Serpong. Untuk kepo selanjutnya bisa ke fanspage D’Marco Martabak dan Twitter-IG nya @dmarcomartabak


Kue Pisang Udang dan Ketan Unti by Enna Catering

            
Kue-kue ini bisa dijumpai di Kampung Tugu. Biasanya juga disajikan di acara-acara tertentu.


Teh Talua alias Teh Telur

            
Kalau ini minuman khasnya kampung saya, Sumatera Barat. Campuran teh, gula, telur, dan sedikit perasan jeruk nipis trus dikocok. Minuman ini biasanya buat menambah stamina. Tapi kalau saya nggak doyan, hehe... jadi ini fotonya dari gelas temen blogger.

            
Oke deh... selesai sudah petualangan kenyangnya. Saatnya duduk kembali ke area panggung dan menyimak pengumuman pemenang live tweet dan IG. Bagi-bagi goodie bag trus pulang deh. Makasih Bassura City untuk payung dan Prajawangsa City untuk mug cantiknya.

Keseluruhan dari acara ini pastinya keren banget. Lima bintang dari saya. Semoga nanti ada lagi ya event-nya.

Anyway, thanks for reading. See you on my next post. Bye bye...