MBI Canteen, Pilihan Kuliner di Kota Tua


Apa kabar, teman-teman?

Di kamis 6 Oktober lalu, sepulang dari Museum Bank Indonesia, saya dan teman ngayap si Puput mau makan siang. Tadinya kami mau makan di luaran aja karena pas datang ke Kota Tua, kami nggak ngelihat deretan makanan kaki lima yang biasanya jual mie ayam atau baso dan sejenisnya.
Tampak depan MBI Canteen Museum Bank Indonesia
Pedagang yang jualan mie ayam dan baso emang banyak, tapi kalau ke Kota Tua entah kenapa kalau buat saya enak banget makan mie ayam dan es kelapa muda di sana, haha... Plus jajan es potong.

Bisa makan di luar juga kalau kulineran di MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Eh begitu menuju pintu keluar Museum Bank Indonesia, kami ngelihat ke sisi kiri. Ada papan ini... dan begitu baca kalau harganya masih standar lah, kami putuskan untuk makan di sini aja.

Mau makan apa? MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Begitu masuk, mata kami dipertemukan dengan ruangan yang cukup luas. Di tengah dekat pintu masuk, ada ruang kasir. Lalu di sisi kanan ada dua kelompok sofa, di area tengahnya kursi, sedangkan di sisi kirinya ada stand makanan kayak cafetaria gitu. Cuma di saat kami ke sana, lagi pada kosong.

Ada pilihan menu lainnya. MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
MBI Canteen ini sendiri singkatan dari Museum Bank Indonesia Canteen. Walau namanya “kantin” tapi tampilannya resto, yang bikin kami ngomong, “Tapi makanannya nggak gitu mahal ya.”

Kami duduk di kursi area tengah lalu baca-baca menu yang dikasih mas waiter. Saya nggak tau, dia waiter, manager, atau mungkin owner-nya, karena dia menyapa kami pas mau pulang dan ngobrol-ngobrol sedikit tentang MBI Canteen ini.

Niatnya mau makan mie ayam, tapi begitu ngelihat ayam bumbu rujak, saya langsung berpaling, haha... Saya pesan nasi ayam goreng bumbu rujak yang udah plus teh manis. Sedangkan Puput pesan nasi ayam panggang sambal terasi yang juga plus teh manis. Saya lupa kalau lagi meler, pake lah pesen es minuman dingin, nggak minta yang hangat aja.

Smoking area. Ini baru 2/3 ruangan. Kami duduk di sisi kanan. MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Karena mau ngecas hp, kami memutuskan pindah ke sisi dalam dekat colokan, ke smoking area. Colokan di non smoking area ada di daerah sofa dan udah ditempatin orang. Kebetulan siang itu di smoking area lagi sepi juga, jadinya kami pindah aja. Di smoking area ini juga nyaman kok, nggak gerah dan wastafel juga ada di ruang ini.

Smoking area. MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Ini lah pesanan saya, nasi ayam goreng bumbu rujak. Nasinya cukup banyak dengan bawang goreng di atasnya. Ayam gorengnya cukup besar juga. Bumbu rujaknya itu pakai bawang merah dan cabai merah mentah yang diiris tipis banget. Bumbu ayamnya sendiri berasa dengan gurih yang pas. Sambalnya nggak gitu pedas dan enak banget. Trus lalapannya ada irisan kol tipis dan timun plus irisan cabe.

Nasi Ayam Goreng Bumbu Rujak di MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Ini pesanan si Puput, nasi ayam panggang sambal terasi. Nasi dan model ayamnya sama, tapi ini dipanggang. Bumbu panggangannya berasa, dan pas sih. Sambal terasi ditarok terpisah. Ini kayaknya pake terasi mentah dan agak pedas. Sambal terasinya juga sama enaknya.

Nasi Ayam Panggang Sambal Terasi di MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Lalu ini untuk teh manisnya.

MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Paket nasi yang kami pesan ini rasanya sekitar 25 atau 30 ribu deh. Sama aja kayak makan di tempat makan lain.

Di MBI Canteen ini nggak cuma makanan berat aja. Cemilannya juga ada kayak roti bakar, sosis bakar, dan indomie dengan berbagai variasi. Oh ya ada juga menu nasi gorengnya. Minumannya juga banyak variasi tapi karena kami makan nasi, dan lagi emang udah paketannya, jadi kami ya minum teh manis aja. Kalau saya baca-baca sekilas menu-nya, variasinya cukup unik juga.

Sewaktu kami makan, ada pasangan bule yang juga duduk di smoking area. Si mba bule pesen roti bakar. Nggak nanya saya sih kalau nasi ayam sambal terasi lebih enak, haha...

MBI Canteen memang lebih ke untuk bener-bener tempat makan aja. Untuk pepotoan dengan background unik ya enggak. Tapi kalau dari makanan, harga, kenyamanan, serta pelayanannya good kok.

Duit :P MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Pas lagi bayar, mas yang tadi ngasih buku menu nyamperin kami, lalu nanya gimana rasa makanannya. Makanya saya nebak kalau dia manager atau mungkin owner-nya.

“Kami perlu review juga dari pengunjung,” katanya.

Keren lah, kalau pengunjung disapa satu-satu gini karena siang itu pas weekdays pula, jadi lagi nggak gitu rame. Mas-nya juga bilang kalau pas kami ke sana itu, MBI Canteen belum lama dibuka juga.

Puput in action di MBI Canteen, Museum Bank Indonesia
Untuk keseluruhan saya kasih bintang 5 dari 5 bintang ya. Semoga MBI Canteen makin banyak peminatnya, apalagi pengunjung Kota Tua dan sekitar. Kalau ke sana lagi saya mau nyoba nasi goreng tuna-nya.

Ini sedikit rekaman keseruan kami sewaktu mengunjungi MBI Canteen yang kedua. Nggak ngeh kalau pesen makannya kebetulan sama, haha...


Anyway, makasih ya udah mampir... 

2 comments:

  1. Makasih review nya mba, boleh ga kiranya saya capture dan masukin ke instagram canteen, tentunya menyertakan link ke blog mba :)

    *diana

    ReplyDelete

Makasih ya udah meluangkan waktu untuk berkomen. Semua komen melewati jalur sensor dulu ya sebelum mejeng di blog.

Memang tidak ada notif setelah klik posting, tapi komen teman2 tetap masuk ya :)

I'm a member of

I'm a member of