Kuliner Thailand dan Songkran Festival di Jakarta




Apa kabar, teman-teman?

Kalau ngomongin tentang kuliner Thailand, bagi saya nggak lepas dari Songkran Festival yang diadakan di Hotel Borobudur Jakarta, dua tahun yang lalu. Karena dari event inilah pertama kalinya saya mengenal beberapa kuliner Thailand dan juga budaya serta wisata di Bangkok serta beberapa daerah kece lainnya.
Pasang foto Puput aja ya. Waktu itu saya belum kerudungan
Songkran Festival ini merupakan rangkaian dari perayaan tahun baru Thailand di tanggal 13 April. Sedangkan perayaannya bisa terus berlanjut hingga tanggal 14 dan 15 April. (Wikipedia).

Karena tema utama dari Songkran Festival ini adalah tembak-tembakan dengan pistol yang berisi air cabe, event ini pun diadakan di area terbuka dekat dengan kolam renang. Acaranya berlangsung seharian, mulai dari jam 10 pagi dan boleh diikuti oleh siapa aja.

Saya ke sana bareng Puput dengan sebuah mimpi... eh siapa tau kami menang doorprize utama berupa liburan gratis ke Thailand. Hahaha... enggak deng. Kami cuma ingin menikmati weekend yang asyik sekaligus menambah wawasan tentang Thailand. Iyahhh... buat bekal mimpi bisa liburan ke Thailand juga.


Setelah mengisi buku tamu dan kertas doorprize,  kami lanjut jalan ke area utama. Pagi menjelang siang yang cukup gersang, tapi kami tetap semangat mengitari area yang cukup luas juga.



Kami mulai berjalan dari sayap kanan. Stand pertama yang kami kunjungi itu adalah stand budaya dan wisata Thailand. Di sini kami dapat informasi serta brosur-brosur tempat wisata di beberapa daerah di Thailand. Kami juga bisa konsultasi tentang flight, moment yang tepat kalau misalnya mau sekalian mengunjungi festival-festival yang ada, dan banyak lagi. 

 
Lanjut kami ke arah kanan lagi. Nah di sini berjejer stand kuliner Thailand. Mulai dari dessert kayak rujak Thailand, sampai ke main culinary. Lalu inilah kuliner yang kami icip-icip  di sana... 

Pad Thai

                                            
Ini mie goreng-nya Thailand. Mie-nya itu kayak spagethy tapi lebih halus. Lalu ada campuran togenya juga, kayak mie Aceh. Untuk pelengkapnya ada seafood, irisan telur dadar, irisan daun bawang dan cabe merah.

Yang bikin Pad Thai ini cukup unik buat saya adalah... ketika penjualnya ngasih dua bungkus plastik kecil berisi bubuk cabe dan gula pasir. Karena buat saya unik juga ya makan mie goreng dengan gula pasir, ya udah tuang aja, haha...

Gimana rasanya? Perpaduan antara pedasnya bubuk cabe dengan manisnya gula pasir, haha... Untuk rasa, gurihnya pas.

Khao Phat

                                      
Kalau ini nasi goreng-nya Thailand. Khao Phat yang si Puput pesan ini merupakan Khao Phat Khai alias nasi goreng telur.

Khao Phat ini mirip dengan nasi goreng Singapur yang enggak pakai kecap. Nasinya diaduk dengan sayuran kering, lalu ada irisan telur dadar, daun bawang, dan cabe merah. Yang dibungkusan plastik kecil itu ada sambalnya.

Saya sempet nyobain Khao Phat ini. Gurihnya pas dan cenderung hambar, ya identik dengan menu sehat yang nggak menggunakan segepok garam, haha...

Ada makanannya, tentu ada minumannya juga. Lalu ini dua minuman yang kami coba...

                                       
Thai Iced Tea

Thai Iced Tea yang saya coba ini dalam kemasan botolan. Yang dipegang Puput di tangan kiri ya. Perpaduan teh dan susu serta rasa yang enggak kelewat manis, jadi enak untuk jadi teman makan Pad Thai.

Wun Maprao

Wun Maprao ini semacam es jelly kelapa muda. Cuma kalau biasanya Wun Maprao ini diletakkan dalam wadah batok kelapa, yang Puput beli ini wadahnya gelas plastik. Rasanya udah pasti manis dan segerrr... Apalagi diminum dengan siang yang cukup terik saat itu.

Oh ya, semua makanan dan minuman yang dijual di stand sana itu halal, kecuali minuman beralkohol. Penjaga stand–nya nggak semuanya bisa berbahasa Indonesia karena memang ada yang datang dari Thailand langsung. Tapi ditiap meja udah ada nama makanan beserta harganya.  Tiap pengunjung yang datang, mereka menyapa dengan bahasa Thai. Dan satu lagi, keuntungan dari penjualan stand-stand ini digunakan untuk charity juga. Kerennn...

Sembari berwisata kuliner dan mendapat banyak info tentang budaya Thailand, pengunjung juga dihibur dengan tari-tarian dan pertunjukan alat musik Thailand.



Hingga tibalah di acara utama dari Songkran Festival ini, yaitu tembak-tembakan dengan air beberapa gentong disediakan panitia. Kami nggak ikutan karena malas bawa baju ganti, hehe...


Doorprize demi doorprize pun dihadirkan hingga tibalah di doorprize utama yaitu liburan ke Bangkok. Sponsor dari sebuah travel agent deh kayaknya.

Begitu tau dari instagram kalau Wisata Thailand dan Yukmakan[dot]com mengadakan lomba review kuliner Thailand, saya jadi kembali teringat tentang pertama kalinya mencoba kuliner Thailand ini. Semoga postingan ini bisa membawa saya untuk mencicipi kuliner-kuliner yang lezat ini di Thailand langsung ya. Teman-teman udah pada ikutan? Lombanya diperpanjang lho sampai dengan 13 Januari.


Anyway, makasih ya, udah mampir...

No comments:

Post a Comment

Makasih banyak ya teman-teman udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen akan melewati jalur sensor dulu yaaa...

BTW don't call me "Mak" or "Bunda" cause I'm not Emak-Emak or Bunda-Bunda :P