#MemesonaItu Gue... Pokoknya Gue!


Apa kabar, teman-teman?

Tulisan kali ini sebenarnya lebih saya tujukan untuk mereka the nyinyir ones, haha... Tapi nggak pa-pa kok kalau kalian mau lanjut baca. Yuk kita kupas satu-satu.



“Nita udah nikah?” vs “Nita udah berkeluarga?”

Pertanyaan kayak gini biasanya dilontarkan oleh kamu, kamu, dan kamu yang baru mengenal saya, baru ketemuan, atau yang udah lama nggak ketemu saya. Dari 2 pertanyaan ini, saya bisa menilai siapa yang berkualitas super (macam beras ya, haha) dan yang enggak.

Kamu, kamu, dan kamu yang berkualitas super, biasanya akan lebih memilih menggunakan tanya, “Nita udah berkeluarga?”

Lalu ketika saya menjawab belum, tanyamu akan selesai sampai di sini, dengan tatapan yang biasa aja.

Saya nggak bilang kalau kamu, kamu, dan kamu yang bertanya, “Nita udah nikah?” nggak berkualitas super. Biasanya sih karena kamu memang cukup akrab dengan saya. Kamu tetap berkualitas super, jika tanyamu cukup sampai di sini.

Lalu... di mata saya, kualitasmu akan semakin menurun ketika raut wajahmu berubah bengong,  lalu tanya itu lantas berlanjut...



“Kenapa belum nikah???” “Serius belum nikah???” “Trus kapan nikahnya???”

Karena sewaktu kecil dulu saya (dipaksa) mengaji, jadi saya pun belajar kalau hidup, mati, jodoh, dan rezeki itu haknya Allah. Jadi kenapa saya belum nikah? Ya ini haknya Allah. Jadi pertanyaan kamu lebih ditujukan ke Allah aja ya.

Saya ngomong begini apa karena belum ada rencana nikah? Eeehhh... kali aja saya mau nikah sabtu besok.

Trus kalau memang persiapan nikahnya udah matang, kenapa masih bilang haknya Allah? Ya memangnya kalau persiapannya udah matang, trus bakalan terjadi kalau bukan haknya Allah?

Serius belum nikah??? Eh kamu, kamu, dan kamu nggak tau kan kalau belum lama ini saya baru aja menolak sebuah campaign susu ibu hamil, hahahah... Kalaupun saya mau bohong, saya lebih memilih bilang udah nikah aja ketimbang belum nikah.

Trus kapan nikahnya??? Iya saya tau, pertanyaan ini diajukan karena kamu, kamu, dan kamu sadar kalau kita enggak dekat. Mereka yang teramat dekat mana ada yang mau nanya-nanya tentang privacy saya. Yang ada, mereka udah muak nyimak curhat ngalor ngidul saya, hahahah...

Jadi buat kamu, kamu, dan kamu yang kepo setengah hidup tentang kapan saya nikah dan sejenisnya, berusahalah lebih gigih lagi untuk bikin saya pada akhirnya umbar-umbar privacy di tengah pamer prestasi.  

Walau mungkin bukan prestasi yang super keren, tapi setidaknya saya udah mengisi waktu dengan hal yang menyenangkan dan dapet hadiah... dapet duit. Inilah yang  saya sebut #MemesonaItu


“Nita kita kan seumuran ya, tapi kalau gue sih udah punya anak 3.” dan “Nikah sana, lu! Gue aja udah punya anak 2.”

Sebelum kamu membanding-bandingkan hidupmu dengan saya, bahkan menyuruh saya untuk menikah dan segera punya anak 2 atau 3 sepertimu, satu hal yang perlu kamu, kamu, dan kamu harus tau... kalau menikah di usia 20an itu bukanlah impian saya.

Jadi perkara kamu udah nikah di usia di 20 ya saya mah bodo amat. Kalaupun saya harus kagum, mendingan saya kagum sama Mami Grace, Mba Pungky, atau mereka yang menikah muda dan tetap jadi istri yang memilih untuk berprestasi.

Contoh postingan pamer saya, haha... Ada yang dicoret karena menyebut nama brand.
Resep masakan saya di sebuah tabloid masak
Novel kedua dari 4 novel yang saya tulis. Mejeng keren di sebuah toko buku di Jakarta Timur
Cerpen saya di sebuah majalah wanita
“Sebenernya calonnya ada nggak sih, Nit? Kok kita nggak pernah lihat Nita posting tentang laki-laki di media sosial?”

Buat kamu, kamu, dan kamu yang berteman dengan saya, khususnya di facebook, mungkin kamu sering baca-baca, kok postingan saya isinya cerita-cerita dengan murid, mau ngayap ke sini, makan di situ, markir link postingan blog, atau pamer menang lomba ini itu. Oh ya satu lagi, pamer dapet mie instant dan shampoo rencengan, hahahah... Trus kapan lu pamer laki, Nit?

Inilah bedanya saya dengan kamu, kamu, dan kamu yang bertanya begitu. Semua yang saya lakukan itu harus ada tujuannya, termasuk pamer-pamer di media sosial. Kenapa saya pamer cerita-cerita dengan murid saya? Ya karena saya private teacher yang mesti branding sendiri. Kamu nggak tau kan, dari pamer-pamer itu, ada aja yang inbox tanya-tanya, apa saya masih ada waktu untuk ngajarin anak mereka.

Trus kalau makan mie instant dan dikasih shampoo rencengan kok pake pamer juga. Nggak elit amat sih, pamernya cuma gituan? Eh... nomimal yang ditransfer cukup elit, lho, hahaha...

Nah sampai sekarang saya belum tau, apa gunanya pamer-pamer perjalanan jodoh saya di media sosial. Walaupun ada rencana menikah besok, nggak ada jaminan pasti akan terjadi kan. Saya nggak mau nantinya kalau udah umbar habis-habisan, trus pas ternyata nggak jodoh, jadi mesti hapus-hapusin update status dan foto-foto. Nggak sempet saya. Cucian udah numpuk.

Lagipula, sekalipun saya udah menikah, belum tentu juga saya akan posting status, “Eh laki gue lagi nengok ke kiri.” Trus dua menit kemudian, update lagi, “Laki gue sekarang nengok ke kiri agak ke kanan dikit.”

Begitu terus sampe akhirnya saya dapat inbox dari seorang perempuan, “Mba, boleh nggak suaminya kita miliki bareng?” Hahahah.... hayati ogah berbagi, Makkk...

Eh tapi seberapa pamer pun kamu, kamu, dan kamu tentang suamimu, saya nggak ada niat untuk nengok ke suami kalian ya. Nggak ada single keren yang celamitan laki orang. Don’t be afraid, hahah...


 “Nita kok adeknya nikah duluan?”

Ya trus kenapa??? Emangnya ada aturan kalau yang lahir duluan harus nikah duluan? Dan kalaupun kamu, kamu, dan kamu mau protes, ya protes sana gih sama Allah, kan semua ini haknya Allah. Hayooo.... berani, nggak protes sama Allah, hahahah...

Iya memang ada sih para kakak yang lebih memilih menyalahkan Tuhan, kenapa bukan mereka yang ditakdirkan nikah duluan. Bahkan ada yang langsung nebar permusuhan dengan adiknya.

Aduh, jangan... Dukung dan doakan adik kita, biar kita mendapat doa balik dari adik dan pasangannya. Kalau satu keluarga aja udah nggak saling dukung dan mendoakan, ya trus siapa lagi?

Dan sekarang adik saya udah punya anak menuju 2 tahun. Usia yang sama dengan anaknya adik sepupu saya. Pernikahan emak-bapaknya dan kehadiran 2 anak ini lah yang bikin saya bisa nerima endorse yang berurusan dengan kids and parenting. Jadi saya mesti sirik sama adik-adik saya ini? Uh kagak...


“Nita, si itu kan udah nikah. Kalau Nita kapan? Heheheh.. Nita sebenernya bukannya nggak ada calonnya, kan? Tapi Nita yang nggak mau buka hati, kan? Iya, kan? Heheheh...”

Kalau ini khusus untuk kamu yang pernah nanya begini. Kamu tau nggak, rasanya ketika kita memasuki rumah orang untuk bersilaturahmi, lantas kalimat begini yang didapat. Ini lho yang saya terima dari kamu.   

Tapi... apa lantas saya mengumpulkan umpatan lalu menyemburkannya ke telingamu? Nggak kan. Cukuplah saya jawab satu kalimat, “Kalau ada yang merasa dirinya paling tau, silakan...”

Iya, cukup satu kalimat yang membuatmu akhirnya menelan ludah berkali-kali dan... meminta maaf. Meminta maaf setelah kamu membandingkan saya dengan salah seorang teman terbaik saya, meminta maaf setelah kamu menghakimi hidup saya.

Semakin ke sini, saya makin nggak kepingin untuk menyanggah. Untuk mengklarifikasi, meminta dianggap kalau diri saya nggak kayak gitu. Bodo amat, urusan perduitan saya udah ngantri harus diurus, jadi nggak sempet menyanggah-nyanggah.


“Jadi kamu, kamu, dan kamu masih boleh bertanya tentang privacy saya dan sejenisnya?”

Memang saya pernah menulis kalau saya nggak suka dengan orang-orang yang mengusik privacy, tapi bukan berarti saya melarang orang lain bertanya kapan nikah, kenapa belum nikah, kepo menduga-duga, bahkan menghakimi. Silakaaannn... Hayati terima semuanya, hahahah...

Tapi, izinkan saya juga untuk mengabaikan semuanya. Kenapa saya mesti memasuki arena nyinyir kalian, sementara saya pernah berdiri satu panggung dengan dua master mamak bloggers, Kak Haya Zaki dan Mba Tri Sapta pada sebuah Awarding Night brand wadah makan minum di sebuah mall megah di Jakarta Barat.

Iya, saya yang menurutmu mengenaskan karena masih single ini, pernah lho berdiri di atas panggung, dikasih tepuk tangan entah dari berapa tangan. Difoto entah dari berapa kamera, yang bikin saya bingung mesti madep kamera yang mana. Lalu ditonton oleh pengunjung mall entah dari berapa lantai.

Maaf fotonya nggak bisa ditunjukkan ya, karena membawa nama brand lain juga, haha...

Inilah #MemesonaItu yang akan menjadi cerita untuk anak-anak saya nanti, betapa keren mamaknya ini, hahahah...

Dari imigrasi ke imigrasi sampe sepatunya dekil, haha...
Pagi di Malacca Riverside
Itu kapan? Bulan kemarin? Oh bukaaannn... empat tahun lalu. Sejak itu, karya demi karya saya coba hasilkan, walau lebih banyak gagalnya... walau lebih banyak kalahnya. Gagal? Kalah? Ya udah, backpacker-an aja biar happy lalu berkarya lagi.

Apa artinya berprestasi kalau nggak punya suami? Beginikan cibirmu? Trus kamu, kamu, dan kamu... apa artinya punya suami kalau masih nggak happy dan mencibir sana sini? Hahah...

Kamu masih punya stok kalimat nyinyir yang lain? Yuk mareee... Saya sih cuma bilang...


#MemesonaItu gue... Pokoknya gue!!! Yang tetap nyengir di tengah hantaman kalimat nyinyir.


#MemesonaItu


Comments

  1. Saya sependapat miss. Lebih baik pamer prestasi dibanding privasi. Tapi kalau saya prestasi apa yaa yg harus saya pamerin??*hhhmmm mikir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apapun pencapaian hidup kita, entah berhasil atau gagal, itu termasuk prestasi kok :D

      Delete
  2. Sukaa bacanyaa Miss Nita memang #MemesonaItu.. Just be you and keep humble ya Miss 😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, moga terus bisa menolong banyak orang :D

      Delete
  3. Mereka taunya kan mie instant, minyak goreng dan makanannya. Gak tau trasnferannya sih ya...hehe.. Semangat mba!!

    ReplyDelete
  4. Semangaaaaat mbak nitaaa. .
    Terus berprestasi dan menginspirasi, kadang perlu menutup telinga sejenak karena banyak orang yg terlalu berisik mengurus privasi orang lain :D hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak dijarin emaknya untuk menghormati privacy orang lain :D

      Delete
  5. Kece badai dah jeng Nita mah 😊😄 you're awesome!

    ReplyDelete
  6. Pamer emang itu wajib miss bikin gerombolan nyinyiers kelepek2 kejang2 dg segudang prestasi, mereka cuman bisa nyerang disisi itu doang saking perfectnya hidupmu miss 😁 >> ya ampun aku wise abis makan lele ni hahahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha Alhamdulillah takdir orang keren, haha...

      Delete
  7. Penyakit nyinyir bisa menyerang siapa aja mba, kita harus siap sedia menahan badai nyinyieurs. #memesonaitu gueee.. Yeeaayy

    ReplyDelete
  8. Hajaaaar.. hahahaha... Ga kepo nggak asyik, Nit. Anggap mereka pelangimu. Biasanya diujung pelangi ada harta karun. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah moga harta karun selalu dimudahkan, haha...

      Delete

  9. Jatuh cinta sama ini:

    #MemesonaItu gue... Pokoknya gue!!!

    Yang tetap nyengir di tengah hantaman kalimat nyinyir!

    Teope, tingkat dewa.

    Lanjutkan!

    ReplyDelete
  10. Pertanyaan pertama seperti "kamu sudah nikah?" Atau "kamu sudah punya anak?" Biasanya cuma mau membuka obrolan atau mau kenal. Saya sempat gak enak juga sih nanya ke seseorang yg baru dikenal "kalau mba anaknya berapa?" Ternyata yg ditanya belum punya anak meskipun nikahnya udah lama. Tapi sama sekali gak ada niat nyinyir, karena emang lagi ngobrol soal anak dan mau tau apakah yg diajak ngobrol juga punya anak. Begitu dijawab "belum punya." Ya sudah, distop tanyanya kenapa blm punya segala macam. Karena emang pertanyaan selanjutnya itu jawabannya hanya tuhan yg tau. Jadi dalam berkomunikasi memang harus ada saling empati ya, gak nyinyir. Kalau ditanya soal udah nikah atau udah punya anak, juga gak langsung baper karena siapa tau yang nanya cuma mau kenal aja. Kecuali kalau pertanyaannya udah berlebihan sampai jawabannya hanya tuhan yg tau. Ganti obrolan aja hehe.

    ReplyDelete
  11. sikat mbaaa, biarin aja, emang terus kalo udah nikah, udah ada laki mau ngapain? hahaha nikmatin aja masa-masa kita bisa nyenengin diri sendiri, kalo masih pada nyinyir, tutup kuping dan hempas cantik sajaaaa~

    ReplyDelete
  12. Terasa banget aura semangat Mbak di postingan Mbak ini.
    Semangat Mbak. Hidup ini kan pilihan Mbak. Kalo Mbak hepi, orang lain nggak bisa beli kebahagiaan Mbak.

    ReplyDelete
  13. Lhoooo #MemesonaItu bukannya gw ya nit? Gw lhooo
    Wkwkwkwk....
    Lanjoooot! Yang nyinyir itu sayang banget lhoo sama kamu. Perhatian banget dianyaa...hahahah

    ReplyDelete
  14. abis baca ini, ndadak pengin nyetel beyonce :D

    ReplyDelete
  15. hidup itu Allah yang kasih
    Kita yang jalani
    eh Orang lain yang sibuk komentar ya mbk. yang uda nikah teteeep lhoo mbk gak lepas dri sorotan kaum nyinyir hehehehe
    salam kenal dri tata mbk :)

    ReplyDelete
  16. Mbak Nita, bahasamu ituh asik banget hehehe. Aku senyam senyum sendiri loh bacanya.
    Bener memang jodoh udah ada yg ngatur. sip Mbak. Nggak perlu dengerin orang2 di luaran sana :)

    ReplyDelete
  17. Good point mbak! Ini mengingatkan saya, waktu umur mendekati 25 tahunan.. karena perjalanan jodoh yg seakan rumit, akhirnya bilang, "Well, it's OK, will not force it! It's OK to get married at 30, if Allah said so.." Jodoh, ga ada yang tahu.. let it flow.. pada saatnya kita akan dipertemukan juga. Seperti pada saat akhirnya mantan pacar nembak lagi, bukan untuk pacaran, tapi untuk menikah :D

    ReplyDelete
  18. Eheeemmm kalo akuuhhhh, kamu kagum nggak sama akuh? Hahaha minta dilempar panci.

    Pertanyann udah nikah apa blom selalu aku hindari loh klo baru ketemu orang. Klopun nanya paling "udah ada buntutnya mba?". klo jawabannya belum. Ya alihkan ke pembicaraan lain.

    ReplyDelete
  19. Be ur self mba,,,, luv u,,, cintai diri sendiri dan tdk merugikan org laib baik lisan maupun tulisan bnr banget tuch mba,,,

    ReplyDelete
  20. Aku nggak pernah kan nanyain begituuuu ...
    Aku pas ketemu kayaknya bilang " Mba Nita, kok kamu cantik" Eaaaaaa

    ReplyDelete
  21. Cukup balas pakai karya. Hahaha...

    ReplyDelete
  22. Pas aku tau mba Nit masih single, aku biasa aja karena kan memang harus gimanahhhh... Betul mba, itu hak Allah :) aku suka heran dgn nyinyiers mba Nit...suka ketawa2 sendiriiiii, kocak dgn mereka..
    Memesona itu gue yaaa mba jadinya hihii... Goodluck mba nit

    ReplyDelete
  23. Perlahan tapi pasti, didukung dengan usaha dan doa, jodoh bakalan datang padamu, Ms. Nita hehehe...yang penting skrg adalah unjuk gigi prestasi. Keren bgt!

    ReplyDelete
  24. Anggap aja nyinyiran mereka sebagai bahan bakar buat energi kita, jadi kitanya makin berprestasi mereka masih sibuk dengan kenyinyiran mereka sendiri hihihi...semangat mbak...

    ReplyDelete
  25. Semangat Mbak ....
    Pamer Prestasi untuk lebih memotivasi supaya selalu ada peningkatan ....

    ReplyDelete
  26. Hahaha...dulu kalau ada yang nanya kapan nikah. Aku bilang: May.
    May be Yes, May be Not. Wkwkwk.

    ReplyDelete
  27. hari giniii, masih ada aja yaa org nyinyir nanya2 privacy orang ;p... ga abis pikir aku.. apa kekurangan pertanyaan lain yg ga berhubungan ama kehidupan pribadi yaa...

    btw, uwaaaah, aku mau cari ntr novel mu... :D.. ato kalo pesen lgs ama kamu ga bisa ya mba :D?

    ReplyDelete
  28. Ha..ha. Cuek aja, yang penting nggak nganggu n ngrugiin orang lain mb..😃

    ReplyDelete
  29. ...yang suka nyiyir, mungkin iri kali ya mba Nita..yahahhaa, sama banget tuh mba, saya juga pernah di nyinyirin, deeuuh yang eksis di medsos..mereka nggak tahu yahh tujuan kita pamer, karena campaign fee..eaah, jangan sampai tahu sih..ntar ikut-ikutan lagi..wkwkwk..

    ReplyDelete
  30. kok kesel yah bacanya nit? aku juga mengalami hal yang sama cuma belum dan masih belajar biar mempesona kayak dirimu. cuma sekarang kalo ditanya kapan niha aku jawabnya "kiamat masih jauh1" wkwkwkwkk

    ReplyDelete
  31. " Hanya karena lo nggak pernah pajang foto bareng laki di socmed, lo dianggap belom move on, belom buka hati " tau apa kelean semua soal move on nya gue? Pfftt.. i feel you, Mba..
    Tapi pamer prestasi lebih elegan ketimbang pamer laki sih :))

    ReplyDelete
  32. udah biasalah kalo yang lebih baik suka dikepoin

    ReplyDelete
  33. Selalu suka baca tulisan model begini, you're awesome Miss, apapun statusnya.
    Ngg... Kok saya jadi ikut-ikutan pengen ngebully yang nyinyir itu ya? :D

    ReplyDelete
  34. Ini juga salah satu alasan aq buat malas pulang ke Indonesia dan ketemu kamu kamu kamu yang sukanya kepoin orang, :D...bagus nih,,,aku setuju banget sama postingan ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha kamu pulang udah disambut red carpet dan rendengan pertanyaan kapan nikah (sama bule Jerman)

      Delete

Post a Comment

Makasih banyak ya teman-teman udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen akan melewati jalur sensor dulu yaaa...

BTW don't call me "Mak" or "Bunda" cause I'm not Emak-Emak or Bunda-Bunda :P