Martabak Rebung


Apa kabar, teman-teman?

Adakah teman-teman di sini yang juga suka banget makan rebung? Jadi ini ceritanya, dalam rangka dikasih rebung yang agak banyak sama tetangga yang pulang kampung. Sebagian dibikin gulai ikan campur rebung, lalu sebagian lagi saya bikin buat isian martabak. Oh ya, buat yang mau intip-intip 4 resep gulai ikan, yuk mareee...
Bahan isiannya nggak cuma rebung aja sih, tapi juga dicampur dengan wortel dan tahu putih juga.

Ini dia bahan-bahannya:

20 lembar kulit martabak
125 gram rebung, potong dadu
100 gram wortel, potong dadu
100 gram tahu putih, potong dadu
2 siung bawang merah, iris
1 batang daun bawang dan 1 batang seledri, iris
1 butir telur
¼ kg minyak goreng
1 sdm margarin

Lalu bumbu gilingnya:

2 siung bawang merah
1 siung bawang putih
½ sdt lada
1 sdt ketumbar
½ ibu jari kunyit
3 buah cabe merah
Secukupnya garam

Dan ini cara bikinnya...

Campurkan rebung, tahu, wortel, bawang merah iris, daun bawang, seledri, dan bumbu halus. Lalu tumis kurang lebih lima menit dengan api pelan. Biar rebung dan wortelnya nggak keras. Tahu nya memang jadi hancur kalau dicampurkan juga, jadi kalau mau dipisah bisa juga.

Kalau udah, pindahkan ke sebuah wadah, lalu masukkan telur dan aduk-aduk. Nah tahu nya bisa dimasukkin bareng nih kalau nggak mau ditumis.

Ambil satu lembar kulit martabak, lalu letakkan kurang lebih 1 sdm isian di tengah. Lipat atas bawah samping kiri kanan.

Panaskan minyak dan margarin. Goreng adonan dengan api agak pelan, biar nggak cepat hangus dan isinya matang.

Ini jadinya kurang lebih 20 lembar. Karena pakai lada plus cabe merah, rasanya ya agak pedas. Untuk mengurangi bagi yang nggak suka pedas, lada nya nggak usah dimasukkan aja. Ditambah irisan telur rebus juga tambah enak, tapi ini saya lagi malas nunggu ngerebus telurnya, haha...


Selamat masak dan minta dimasakin, teman-teman... Makasih ya udah mampir.  

No comments:

Post a Comment

Makasih banyak ya teman-teman udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen akan melewati jalur sensor dulu yaaa...

BTW don't call me "Mak" or "Bunda" cause I'm not Emak-Emak or Bunda-Bunda :P