Makan Siang di Haslam Restoran (Ngayap-Ngayap ke Kuala Lumpur dan Melaka with Pandra Tour)

Haslam Melayu Restoran Kuala Lumpur

Ini cerita liburannya ya...

Wisata Malaysia 

Apa kabar, teman-teman?

Dari KLCC Park, Pak Cik suami Mba Cici pun membawa kami ke Jalan Pahang untuk makan siang di Haslam, sebuah restoran yang menyajikan menu khas masakan melayu.

Wehhh... rame amat! Komen saya dalam hati begitu nyampe di depan restoran dan melihat pengunjung yang makan di area luar.

Oh iya, Haslam ini kata Mba Cici merupakan restoran milik Dato’ Yusuf Haslam, seorang sutradara terkenal di Malaysia. Kalau di sini mungkin macam Mas Hanung ya, hehe...

Haslam Melayu Restoran Kuala Lumpur
Haslam Melayu Restoran, Jalan Pahang, Kuala Lumpur
Kami pun masuk sembari celingak-celinguk nyari tempat duduk yang kosong. Walau belum jam makan siang, tapi udah rame banget. Dan akhirnya kami pun dapat tempat duduk di sayap kiri, setelah orang yang selesai makan beranjak, haha...

Haslam Melayu Restoran Kuala Lumpur
Di dalam Haslam Restoran.
Di sisi kananya, makanannya bisa diambil sendiri macam prasmanan
Karena sering juga makan di sini, waitress pun pada kenal sama Mba Cici. Salah seorang dari mereka datang dan nanya mau pesan minuman apa. Kok yang ditanya cuma minuman? Iya, karena makanannya self service di selurusan pintu masuk.


Haslam Melayu Restoran Kuala Lumpur
Barley - Haslam Melayu Restoran
Ini minuman yang Mba Cici pesan, namanya Barley. Ini semacam oat, gula, dan air hangat. Kalau saya lihatnya kayak minuman emping dari Padang, haha... Saya nggak nyobain dan nggak mau pesan ini, karena takut kenyang.


Haslam Melayu Restoran Kuala Lumpur
Air Limau Hangat - Haslam Melayu restoran
Lalu ini minuman yang saya pesan. Namanya Air Limau Hangat. Ini perpaduan jeruk nipis, gula, dan air hangat. Bisa dingin bisa hangat sih. Karena saya lagi batuk jadinya pesan yang hangat aja. Mantap juga dah tenggorakan pas minum ini.


Haslam Melayu Restoran Kuala Lumpur
Teh Tarik - Haslam Melayu Restoran
Eh trus saya pesan teh tarik juga, haha... maruk ye pesen minumnya dua. Karena di hotel nggak ada teh tarik, jadi saya pesan di sini aja. Saya kan gitu orangnya, norakkk... haha... Mau nyobain, kayak apaan sih rasa teh tarik di Kuala Lumpur. Dan teh tarik yang saya minum ini rasa tehnya nggak gitu pekat, dengan manis yang pas. 

Sembari menunggu minuman datang, saya dan Mba Cici jalan ke prasmanan untuk pilih-pilih makanan. Oh iya, tas saya mah ditinggal aja di kursi karena katanya aman kok. Dan iya beneran aman, haha...

Haslam Melayu Restoran Kuala Lumpur
Nyendok sendiri di Haslam Melayu Restoran
Mba Cici ngambil kue-kue khas melayu. Jadi di sini selain makanan utama, kue-kuenya pun juga ada. Saya nggak mau nyobain kuenya karena takut kenyang juga. Ini yang bikin saya sedih kalau lagi kulineran. Nggak bisa makan banyak, hahahah...

Kalau makanan utamanya, saya lihat nggak jauh beda dengan yang ada di sini. Makanya saya bingung mau pilih yang mana, haha... Pingin nyari yang unik, eh kok mirip-mirip ya macam ayam goreng, ayam panggang, gulai ayam, gulai ikan. Tumis sayurannya juga ada, trus ada juga mie goreng dan kwiteau. Pokoknya pilihan makanannya banyak deh.

Flu berat plus batuk bikin saya jadi nggak gitu semangat amat untuk makan. Saya pun milih sambal tempoyak, sambal terasi, sambal kelantan di piring terpisah, teri goreng, dan supia untuk jadi teman santap nasi lemak.


Haslam Melayu Restoran
Nasi Lemak - Haslam Melayu Restoran
Sambal tempoyaknya mantap. Durian asamnya berasa dan pedasnya sedang. Sambal terasinya kayak pakai terasi mentah dan lumayan pedas. Sambal kelantan itu agak susah saya jelasin rasanya, haha... Nggak bisa nebak bumbunya. Sambal ini cair dan nggak gitu pedas. Teri gorengnya ya kayak umumnya dan berasa bumbunya. Dan supia ini macam lumpia tapi manis, jadi nggak pas banget saya makan pake nasi lemak, haha...

“Ini cara bayarnya gimana?” Tanya saya ke Mba Cici.

“Ya tinggal bilang aja ke kasirnya.”

“Berarti jujur-jujuran ya?”

“Iya,  gitu deh.”

Mantap ya. Lalu berapa harga makanan dan minuman yang saya pesan ini? Saya nggak tau karena Mba Cici yang bayar. Udah ditemenin kelayapan, eh ditraktir pula. Sebelum saya ke sana memang Mba Cici janji, nanti Mba Nita aku traktir makan nasi lemak di restoran melayu.

“Ringgit saya ada kok,” kata saya.

“Simpan aja. Biar aku yang bayar.”

Sampe sekarang saya pun nggak nyangka, kok ada ya orang yang begitu baik sama orang yang cuma kenal saya di instagram. 

Selesai makan, kami lanjut menuju Dataran Merdeka. Makasih banyak ya udah mampir. Sampai jumpa di cerita saya selanjutnya yang bergosong ria di Dataran Merdeka, haha...  


Haslam Melayu Restoran
8, Jalan Pahang Barat, Off Jalan Pahang, Pekeliling, Kuala Lumpur

Opens: 10 a.m - 11 p.m 

No comments:

Post a Comment

Hai, temans... Makasih banyak ya udah mampir. Semua komen lewat jalur moderasi dulu ya :D Don't call me "mak" or "bund", coz I'm not emak-emak or bunda-bunda :P

Mohon maaf untuk menghindari serangan spam anonymous, komen cuma bisa untuk akun yang punya G+ ya :)