Resep Kecipir Tumis Terasi

Resep Kecipir Tumis Terasi

Apa kabar, teman-teman?

Waktu pas pertama kali ngelihat di warung ibu sayur, pikir saya itu oyong yang kecil-kecil. Eh ternyata namanya kecipir yang tentunya beda dengan oyong. Karena masih asing banget dengan sayuran ini, makanya belum tertarik untuk beli, haha...


Sampai akhirnya salah seorang mom foodgram posting video tumis kecipir. Oww... baiklah, ternyata ini sayur enak untuk ditumis, haha...

Kecipir, kalau yang saya baca di Wikipedia, merupakan tanaman yang pucuk dan polong mudanya enak untuk dijadikan sayuran. Kalau dalam bahasa Inggris, namanya winged bean atau winged pea.

Kecipir banyak ditemui di daerah Asia Tenggara, karena memang tanaman ini lebih bisa hidup di daerah tropis. Kecipir banyak dibudidayakan di Papua, timur laut India, serta Burma.

Kecipir
Kecipir
Di Indonesia, kecipir banyak ditanam untuk diambil buahnya yang muda, serta pucuk dan juga daunnya untuk dijadikan sayuran, macam lalapan, pecel, dan masakan lainnya. Kalau di Bangladesh, kecipir dimakan dengan campuran ikan atau daging. Wokehhh... ntar saya bikin masakan macam kek gitu juga ya, haha...

Biji kecipir punya kandungan protein yang tinggi. Begitupun dengan kandungan lemaknya yang menyerupai zat-zat pada kedelai. Selain itu, kecipir juga mengandung forfor, kalsium, dan juga magnesium. Kalsium tertingginya ada pada daunnya.

Ternyata kecipir juga mengandung karbohidrat, vitamin C, dan juga tocopherol atau sejenis antioksidan yang bisa bikin tubuh kita jadi banyak menyerap vitamin A.

Ini sedikit info tentang kecipir yang saya baca dari Wikipedia ya. Yuk sekarang kita mulai masak-masaknya. Oh ya, karena punya sisa 1 wortel, jadi tumis kecipirnya ini saya tambahin potongan wortel juga ya.

Mampir juga ya di resep masakan sayuran saya sebelumnya di -> Resep Sayur Campur Kuah Teriyaki


Bahan-bahan yang diperlukan:

7 buah kecipir, buang pinggirannya yang berigi, potong2
1 buah wortel, potong-potong
Secukupnya minyak goreng

½ gelas air (gelas belimbing)
1 sdt gula


Bumbu gilingnya:

4 siung bawang merah
1 siung bawang putih
5 buah cabe merah

½ sdt lada
1 sdt ketumbar
1 sachet terasi

½ ruas ibu jari kunyit
Secukupnya garam


Lalu ini cara memasaknya ya...

Panaskan minyak, lalu tumis bumbu hingga harum.

Masukkan air, lalu didihkan.

Masukkan kecipir dan wortel, lalu masak hingga empuk dengan api sedang.

Menjelang matang, masukkan gula, lalu aduk hingga merata.

Kecipir Tumis Terasi
Kalau yang saya masak ini, setelah dipotong-potong, dibelah 2 lagi. Empuknya bisa jadi lebih cepat, Cuma bijinya ini jadi keluar-keluar ketika dicuci. Jadi tergantung selera teman-teman aja potong-potongnya.

Kecipir yang saya beli ini udah 1 bungkusan yang isinya 7 buah. Kalau bungkusan yang teman-teman beli mungkin lebih dari ini sedikit, pakai aja semuanya.

Ini rasanya lumayan pedas, karena pakai cabe merah giling plus lada juga. Kalau teman-teman pakai terasinya yang mentah, pemakaian garamnya belakangan aja ya, karena terasi mentah ini suka udah asin banget.

Makan kecipir ini kalau kata saya kayak lagi makan pare, agak keras cuma kalau kecipir ini sih nggak pahit. Rasa aslinya hambar macam oyong, cuma kalau udah dikasih bumbu kan bumbunya jadi meresap. Apalagi ada rasa khas terasinya. 

Makasih banyak ya teman-teman udah mampir dan selamat mencoba.

6 comments:

  1. wah...pakai ketumbar juga ya... biasanya kalau nemu eh beli kecipir cuma aku rebus saja, dimakan pakai bumbu pecel atau sambal...

    ReplyDelete
  2. belum pernah masak kecipir soale gak doyan wkwkwkkwk di kang sayur sering liat kecipir, katanya enak dan sehat

    ReplyDelete
  3. Waaah, aku baru tau kalo kecipir itu mengandung vitamin C, ada anti oksidan serta mengandung vitamin A juga. Manteppp bingints ah aku udah luamaaa banget ga makan tumis kecipir nih. Boleh lah ikutin resep Miss Nita yang keceh ini. Soalnya enak2 semua sih pinter masaknya heheheh. Aku mau nambahin tomat dan rawit orensnya ya biar makin hot..hot..hot rasanya hihihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bikin yang pedes kalau Mba Nurul mah, haha...

      Delete

Makasih banyak ya teman-teman udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen akan melewati jalur sensor dulu yaaa...

BTW don't call me "Mak" or "Bunda" cause I'm not Emak-Emak or Bunda-Bunda :P