Naik Jeep di Tebing Breksi, Jogja (Ngayap-Ngayap ke Jogja Bareng Pandra Tour Day 2B)

Tebing Breksi Jogja

Urutan ceritanya ada di sini ya -> Wisata Jogja

Apa kabar, teman-teman?

Selesai hepi-hepi di Pantai Pulang Sawal alias Pantai Indrayanti, plus makan siang di Pawon Ndeso pinggir pantai, lanjut kami main ke tebing, haha... Pokoknya wisata alam banget deh buibuk rombongan Pandra Tour ini.

Dari Pantai Indrayanti, kurang lebih 1 jam perjalanan menuju Tebing Breksi. Buibuk arisan dari Slipi pun memanfaatkan waktu perjalanan dengan tidur siang. Yang namanya menuju tebing, pastinya menuju lokasi pun lebih banyak menanjaknya. Jogja tak begitu padat di siang itu.

Tibalah kami di pintu lokasi Tebing Breksi. Selesai bayar tiket yang diurus oleh Mas Micko, bus wisata kami pun berhenti di lokasi parkiran. Tebing yang tinggi dan sangat indah pun udah bisa terlihat dari dekat lokasi parkiran.

Saya bersama buibuk dengan kacamata yang nggak kalah kecehhh - Tebing Breksi, Jogja
Sebelum masuk area utama, ada tulisan Tebing Breksi yang cukup besar. Naik tangga sedikit, di bawahnya ada tempat duduk yang cukup banyak, yang dibikin dari bebatuan. Di depannya ini ada tebing yang sangat tinggi.

Lokasi di sini kayak semacam tempat untuk ngadain acara deh, kalau lihat dari deretan kursi batunya. Atau memang dibuat untuk pengunjung pada duduk-duduk aja ya.

Ketika lagi asyik selfie-wefie, seorang supir jeep pun menghampiri kami dan nawarin wisata naik jeep menuju 3 lokasi dengan harga 300 ribu untuk 4 orang. Saya barengan Mba Piet, Teh Endah, dan Mba Mar pun sepakat untuk menggila di atas jeep, hahahah... Mari berangkotsss...

Begitu duduk, kami langsung dimintain duitnya karena pak supir mesti bayar tiketnya dulu sebelum mobil memasuki area. Petualangan pun dimulai. Jalurnya ternyata tanjakan, turunan, serta belokkan yang tajam banget, hahahah.... Bikin kami teriak-teriak plus ngakak yang enggak kelar-kelar. Pokoknya Alap-Alap di DuFan mah kalah deh, hahah...

“Ini kalau ibu hamil nggak diperkenankan untuk naik ya, Bu. Karena jalanannya begini...” Kata pak supir.

“Tenang, Mas. Saya mah cewek baik-baik, nggak dihamilin siapa-siapa, hahahah...”

Candi Banyunibo Jogja
Candi Banyunibo, Jogja
Kurang lebih 5 menit melaju dengan kanan–kiri persawahan dan sesekali ada rumah penduduk, kami pun turun di lokasi pertama, yaitu Candi Banyunibo. Kami nggak sampai masuk banget sih ke lokasinya, cuma pepotoan di depannya aja.

Candi Banyunibo ini merupakan Candi umat Budha. Kalau dalam bahasa Jawa, Banyunibo ini artinya air yang jatuh dan menetes. Candi Banyunibo ini dibangunnya pas abad ke 9 pada zaman kerjaan Mataran Kuno. Di atas candinya ini ada stupa yang merupakan ciri khas dari agama Budha.

Lagi candid-in mas ganteng di ujung sana :P - Candi Banyunibo, Jogja
Di sisi kiri Candi Banyunibo ini ada jembatan yang juga menjadi spot asyik untuk pepotoan. Di bawahnya ada semacam got dengan air yang bening. Melintasi jembatan ini, kami pun lanjut naik jeep menuju lokasi berikutnya.

Kali ini perjalanan pun melewati tanah yang ada airnya juga. Tambah mantep lah ini mobil berjalan. Teriak-teriakan dan ngakak pun jadi makin seru, hahah... Persawahan, kali, dan rumah penduduk terlihat bergantian.

Dari lokasi 1 ke lokasi 2 ini lumayan jauh juga. Mungkin 10 menitan deh. Kami pun melintasi jalanan aspal yang menanjak dan terjun menurun, jadi mas supir bawa mobilnya juga mesti kenceng.

Sesekali kami berpapasan dengan penduduk yang bawa motor dan juga mobil. Gile, tiap hari loh mereka ngadepin jalanan kek gini. Hebat ya, bahkan ada cewek loh yang bawa motornya.

Saya bareng Mba Mar dan Mba Piet di Wayu Payung, Jogja
Tibalah kami di lokasi kedua, yaitu Watu Payung. Di sini kayak semacam pohon pinus, trus ada spot bebatuan dengan view langit Jogja yang super keren.

Kelar foto-foto di sini, lanjut kami menuju lokasi yang terakhir yaitu Candi Ijo. Kalau di Candi Ijo ini masuknya bayar 5 ribu. Di sini, saya cuma sendirian yang naik, haha... Karena tangganya yang lumayan tinggi, buibuk itu udah pada lelah...

Candi Ijo, Jogja
Candi Ijo, Jogja
Tiba di atas, ada 2 bangunan besar dan 2 bangunan kecil di kanan dan kiri area depan. Nggak begitu luas juga sih Candi Ijo ini. Saya pun turun lagi setelah engap naik tangga belum hilang, hahah... Di area bawah ini juga ada bebatuan yang terhampar dan cukup banyak.

Candi Ijo ini merupakan Candi Hindu yang dibangun pada abad ke 10-11, zaman kerajaan Medang periode Mataram. Makanya dinamakan Candi Ijo, karena lokasinya ada di atas bukit yang dinamakan Gumuk Ijo.

Saya kembali gabung pada tim naik jeep yang udah nungguin sembari rumpi-rumpi. Lanjut kami menuju perjalanan pulang, yaitu kembali ke Tebing Breksi.

Tebing Breksi, Jogja
Tebing Breksi, Jogja
Kami pun turun dari area tangga. Kami nggak naik tangga yang di tebing sebelah kiri, karena tempatnya nggak begitu luas dan cukup rame. Kami mulai jalan ke area tengah. Di sini tebing pada diukir dan ada pula ukiran wayang.

Tebing Breksi Jogja
Walau capek tetap nyengir - Tebing Breksi, Jogja
Foto dengan burung hantu pun juga bisa di Tebing Breksi ini, cuma bayar lagi. Masa ada yang mau foto, eh si burung hantunya nggak mau nengok kamera, hahahah... Udah dicolek kepalanya sama si mas boss-nya, trus pas udah ready mau cekrek, doi buang muka lagi. Lucu banget dah itu burung hantu.

Waktu pas di bus, Mas Micko juga jelasin kalau Tebing Breksi ini dulunya merupakan tempat penambangan batuan alam. Nah sekitar tahun 2014, kegiatan penduduk pun ditutup oleh pemerintah, karena bebatuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran.

Lokasi Tebing Breksi pun dinyatakan sebagai tempat yang dilindungi dan nggak diizinkan lagi untuk kegiatan penambangan. Sekarang ini oleh masyarakatnya akhirnya dijadikan tempat wisata.

Lantai 2 Tebing Breksi, Jogja :P 
Kami pun naik tangga yang nggak begitu tinggi dan tangganya pun cukup luas. Jadi pepotoan di tangga ini nggak desek-desekkan juga. Tiba di atas, di sini ada beberapa spot foto yang keren-keren juga, baik yang gratis maupun menggunakan properti berbayar. Pemandangannya ya sama aja kayak Watu Payung.

Selesai sudah hore-hore kami di Tebing Breksi. Alhamdulillah kami dapat mas supir yang jago motret dengan pengarah gaya juga. Karena udah biasa bawa pengunjung, jadi “wajib foto” pun dia kasih tau, serta cara ngambil fotonya pun nggak asal-asalan. Nice...

Ini sedikit rekaman dari keseruan kami naik jeep di Tebing Breksi ya...



Dari Tebing Breksi, kami pun menuju restoran untuk makan malam lebih awal.

Makasih banyak ya teman-teman udah mampir. Moga bisa jadi rekomendasi liburan teman-teman ya...


Tebing Breksi
Sambirejo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.
Buka setiap hari 6-9 malam.

Tiket masuk sumbangan seikhlasnya untuk pengelolaan. Tiket motor 2 ribu, mobil 5 ribu (www.hargatiketmasuk.info)


Akses ke Tebing Breksi -> https://moovitapp.com/index/in/Tranportasi_Umum-Taman_Tebing_Breksi-Yogyakarta-site_40140257-4384

2 comments:

  1. Wah, lagi nge-hits nih, Tebing Breksi. Itu dekat candi kecil-kecil gitu ya? Boleh juga nih, secara dua bulan lagi mau jalan-jalan ke Jogja.

    ReplyDelete

Hai, temans... Makasih banyak ya udah mampir. Semua komen lewat jalur moderasi dulu ya :D Don't call me "mak" or "bund", coz I'm not emak-emak or bunda-bunda :P