Resep Gulai Kerang Hijau Nangka

Resep gulai nangka

Apa kabar, teman-teman?

Belum lama ini, pas ke launching-nya OldTown White Coffee Arkadia, salah satu menu prasmanan yang saya makan adalah spagheti sea food, yang isinya ada kerang hijau. Uwww... saya jadi kepikiran untuk masak kerang hijau juga deh, haha...


Inilah kalau buat saya, antara memasak dan kulineran memang dua hal yang nggak bisa menjadi pilihan. Keduanya sama asyiknya. Kulineran bisa bikin saya jadi dapet ide masak, walau kadang bukan masakan yang sama. Kayak kerang hijau di spagheti, saya pun jadi kepikiran untuk masak gulai kerang hijau.

Mungkin teman-teman juga ada yang penyuka gulai nangka khas masakan Padang, yang suka dimasak sebagai sayur ketupat. Kalau teman-teman juga penyuka kerang hijau, keduanya juga bisa digabungkan aja dalam satu masakan.

Kerang hijau - kalau yang saya baca di Wikipedia, hewan laut yang satu ini memang tersebar luas di perairan Indonesia. Biasanya ada di perairan pesisir, daerah mangrove, begitupun di muara sungai.

Biasanya kerang hijau ini akan banyak-banyaknya pada bulan Maret hingga Juli. Yang uniknya, kerang hijau bisa bertahan lho selama 8 jam dalam air bersih yang selalu diganti, walau nggak dikasih makan. Ih pantes langsing ya, haha...

Dalam tubuh kerang hijau ini mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, dan abu. Menyantap kerang hijau ini sebanding dengan daging sapi, telur, maupun daging ayam. Lalu dalam 100 gram kerang hijau, mengandung 100 kalori yang pastinya bermanfaat untuk ketahanan tubuh.

Ini kurang lebih tentang kerang hijau ya, seperti yang saya baca di Wikipedia. Yuk sekarang kita siapkan bahan-bahannya... 

Cara membuat Gulai Kerang Hijau Nangka, ini dia bahan-bahan yang perlu disiapkan:

500 gram kerang hijau
250 gram nangka muda
2/3 kelapa parut
1 liter air

2 sdm cabe giling (+_20 cabe merah yang dihaluskan)
1 ruas lengkuas, geprek
7 lembar daun jeruk

2 lembar daun kunyit, iris
1 batang serai, geprek
1 buah asam kandis / 2 ruas jeruk nipis / 1 sdm cuka (pilih salah satu aja)
Secukupnya minyak goreng


Bumbu gilingnya:

8 – 10 siung bawang merah
3 siung bawang putih
½ ruas ibu jari jahe

½ ruas ibu jari kunyit
1 sdt lada
1 sdt ketumbar
Secukupnya garam

Lalu ini ya cara memasak Gulai Kerang Hijau Nangka:

Cuci kerang hijau 3x, lalu untuk yang keempat, rendam sebentar ya.

Rebus kerang hijau sembari dibuang busanya. Kalau airnya udah bening sih udah. Tiriskan.

Rebus nangka hingga ½ empuk. Tiriskan.

Peras santan. 1 liter air gunakan untuk 3x peras ya.

Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu giling, cabe giling, lengkuas, daun jeruk, daun kunyit, dan serai. Tumis hingga harum.

Masukkan santan, lalu didihkan sembari sering diaduk. Gunakan api sedang.

Kurang lebih 5 menit setelah santan mendidih, masukkan kerang dan nangka. Masak hingga nangkanya empuk. Gunakan api sedang sembari sesekali diaduk.

Menjelang matang, masukkan asamnya ya.

Gulai Masakan Padang
Gulai Kerang Hijau Nangka
Gulai nangka memang identik dengan daun kunyit yang diiris. Ini rasanya nggak begitu pedas ya. Kuah gulainya juga nggak begitu pekat. Teman-teman juga bisa gunakan 1 kelapa parut untuk kuah gulainya yang lebih pekat.

Makasih banyak ya teman-teman udah mampir dan moga bisa jadi rekomendasi masakan harian teman-teman ya...

4 comments:

  1. Ooooohhhhh si kerang hijau ini hebat ya bisa bertahan 8 jam di air bersih tanpa makanan..hhmm.. air bersih gitu. Fakhri demen banget makan kerang hijau. Boleh nih ikutin resep Miss Nita, pakein nangka dan santan yaaaa biar bervariasi...makin lama deh mamamnya 😂😂 tambahin teri dikit ah biar ada asin2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah pakai teri tambah maknyuss ya, Mba Nurul. Asin gurih pedes campur2 ya, haha...

      Delete
  2. Saya belum pernah nih masak kerang hijau. Seringnya kerang merah. Jadi tau deh baca ini, ternyata lebih mudah bersihin kerang hijau drpd kerang merah. Cukup direndam dan direbus. Ga perlu kupas cangkangnya.

    Jadi mau buat spagheti kerang hijau deh, kayak di oldtown.. xixixi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iya, spageti kerang itu juga enak ya, hehe...

      Delete

Hai, temans... Makasih banyak ya udah mampir. Semua komen lewat jalur moderasi dulu ya :D Don't call me "mak" or "bund", coz I'm not emak-emak or bunda-bunda :P