Gulai khas Minang atau masakan Padang identik dengan kuah santan yang agak pekat, rasa yang cenderung pedas, serta aroma daun kunyit yang memberikan cita rasa unik. Bagi teman-teman penyuka olahan telur, resep gulai telur ceplok dengan potongan tempe ala Minang ini bisa menjadi rekomendasi menu harian yang ekonomis, namun tetap lezat. Mari simak cara memasaknya.
![]() |
| Resep gulai telur ceplok campur tempe khas Minang |
Telur merupakan bahan
masakan yang sangat mudah didapat. Kalau di Sumatra Barat ini, telur biasanya
dijual per butir atau satu lapiak (satu tray) yang isinya kurang lebih 30
butir. Dulu, telur termasuk bahan masakan yang sangat murah, jadi digulai pun
tetap ekonomis, dibandingkan lauk lainnya. Meskipun saat ini harga telur juga udah
termasuk mahal, namun gulai telur tetap menjadi favorit keluarga banyak orang.
Mungkin keluarga teman-teman juga salah satunya.
Gulai khas Minang pada
umumnya memiliki bumbu yang mirip, namun takarannya disesuaikan dengan bahan
utama. Untuk gulai telur, karena aromanya nggak amis kayak ikan, penggunaan
bawang putihnya cukup sedikit aja (sekitar 1–2 siung).
Selain itu, untuk gulai
telur dan ikan, saya lebih suka rasa yang light,
jadi bumbu gilingnya nggak ditambahkan lada atau ketumbar. Rempah tersebut
biasanya baru saya gunakan untuk memasak gulai udang, daging sapi, atau olahan yang
lebih "berat".
Tips
Rahasia Biar Rasa Gulainya "Minang Banget"
Sering kali masakan
rumahan terasa kurang "Minang" karena santannya dimasak terlalu
sebentar. Kuncinya ada pada durasi memasaknya:
* Proses Tanak: Setelah santan mendidih, masak terus selama 10 menit. Ini gunanya biar nanti santan dan airnya itu menyatu. Seringkali saya mendengar orang-orang yang memasak gulai, lalu kuah santan dan airnya itu terlihat terpisah. Ini biasanya karena santannya belum mendidih banget, isian gulainya keburu dimasukkan.
Tapi, kalau teman-teman memasak, misalnya ayam atau daging sapi, ini kan durasi memasaknya agak lama ya, langsung aja masukkan pas santannya udah benar-benar mendidih.
* Pematangan Akhir:
Setelah telur dimasukkan, masak lagi selama 10 menit hingga kuah santan
terlihat agak pekat.
* Teknik Ceplok
Langsung: Kalau teman-teman memilih untuk menceplok telur langsung ke dalam
kuah gulai, masukkan saat santan mendidih (nggak perlu ditunggu 10 menit dulu
ya) dan masak selama kurang lebih 20 menit. Kalau saya lebih suka ceplok
telurnya terpisah. Jadi saya didihkan air di wadah terpisah, kemudian ceplok
telur satu-satu, kayak untuk makan mie instan. Barulah pas santannya udah
mendidih, tinggal saya masukkan ke dalam kuah gulai.
Resep Gulai Telur Ceplok Tempe Khas Minang
Bahan
Utama:
* 4 butir telur
* 250 gram tempe (1
papan sedang), potong-potong
* 1 liter santan (dari
1 butir kelapa)
* 2 sdm cabai merah giling
(untuk warna kuah)
* 20 buah cabai rawit
hijau, giling kasar (untuk rasa pedas)
* 8 lembar daun jeruk,
buang tulang tengahnya
* 1 lembar daun kunyit,
sobek-sobek
* 1 batang serai,
geprek
* 1 ruas lengkuas,
geprek
* 1 sdt garam & ½
sdt kaldu bubuk
* 1 keping asam kandis (bisa diganti 2 ruas
jeruk nipis atau 1 sdt cuka)
Bumbu
Giling:
* 8 siung bawang merah
* 2 siung bawang putih
* ½ ruas jahe
* ½ ruas kunyit
Langkah
Memasak:
* Siapkan Isian: Potong
tempe sesuai selera (jangan terlalu tebal biar bumbu meresap). Untuk telur,
rebus air di wajan anti-lengket, lalu ceplok telur satu per satu hingga matang.
Sisihkan.
* Masak Kuah: Siapkan
kuali, masukkan santan, bumbu giling, cabai giling, cabai rawit, daun jeruk,
daun kunyit, serai, lengkuas, garam, dan kaldu bubuk.
* Proses Didih: Masak
dengan api sedang. Aduk terus menjelang mendidih, biar nggak pecah santan.
* Pematangan Kuah:
Setelah mendidih, biarkan santan terus dimasak selama 10 menit.
* Penyatuan Bahan:
Masukkan telur ceplok dan potongan tempe. Masak kembali selama kurang lebih 10
menit, sampe kuahnya sedikit menyusut dan pekat. Sesekali aduk perlahan bagian bawahnya
biar nggak gosong.
* Sentuhan Akhir:
Sekitar 5 menit sebelum diangkat, masukkan asam kandis. Koreksi rasa, lalu
matikan api.
Catatan
Tambahan:
Gulai ini sangat nikmat
jika disajikan dengan rebusan daun singkong. Kalau teman-teman menggunakan
santan instan (2 bungkus ukuran 65 ml dicampur air), rasanya tetap enak, namun
tekstur kuahnya nggak sepekat dan segurih santan segar dari kelapa parut.
Selamat mencoba memasak gulai telur ceplok campur tempe khas Minang ini di rumah. Semoga keluarga teman-teman suka! Terima kasih banyak udah mampir.

kalau ada menu dengan judul gulai, yang ada di pikiranku adalah selalu identik dengan kambing, gulai kambing, soalnya aku sendiri nggak begitu suka kambing dan gulai kambing.
ReplyDeletekalau masakan padang aku suka, berarti ini kuah kayak di nasi padang gitu ya mbak, cuman sebutannya juga gulai
Era saya kecil, bisa makan telur saat ada hajatan tetangga. Telur termasuk menu mewah saat itu. Bahkan satu telur di makan berlima.
ReplyDeleteBumbunya mantap sekali tu
Mantap
Sampai sekarang pun saya senang kalau tetangga ada hajatan, karena biasanya dikirimi makanan, hahahah...
Delete