Meski masih dalam suasana awal hijrah ke Madinah dengan kondisi ekonomi yang sulit, ditambah peperangan yang harus dihadapi, perintah berpuasa di bulan Ramadan tetap disambut dengan penuh semangat oleh para sahabat dan umat. Di balik segala suka dan duka di tanah hijrah, momen itu menjadi tonggak sejarah yang tak terlupakan. Dalam tulisan kali ini, mari kita mengenal lebih dekat, siapa saja kaum terpilih yang merasakan indahnya berpuasa Ramadan pertama kali bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
![]() |
| 5 Kaum Terpilih yang Berpuasa Ramadan Pertama Bersama Rasulullah |
Apa kabar, teman-teman?
Pada tulisan
sebelumnya, saya udah membahas tentang 10 kisah puasa Ramadan pertama bersama
Rasulullah. Moga saat Ramadan tiba nanti, kita mampu melewati bulan suci ini
dengan penuh rasa syukur dan kebersahajaan.
Teman-teman, saat bulan
suci Ramadan udah di ambang pintu, adakalanya kita mulai sibuk bersiap-siap.
Mulai dari menghitung utang puasa yang belum tergenapi, hingga urusan duniawi
seperti menyiapkan menu sahur dan berbuka, beli kurma, sampai tren baju
lebaran, hahaha…
Semuanya tentu karena
rasa bahagia kita dalam menyambut bulan mulia, sekaligus biar makin semangat
menjalani ibadah. Selama nggak berlebihan dan nggak memaksakan diri,
tentu nggak apa-apa kan ya.
Nah, kalau kita
sekarang merasa bahagia dengan membaca tentang kebaikan Ramadan melalui
Al-Qur’an, atau penjelasan guru dan ulama, kebayang nggak sih gimana rasanya
kalau perintah itu disampaikan langsung oleh lisan mulia Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam?
Momen
Bersejarah: Saat Perintah Puasa Pertama Kali Turun
Seperti yang udah saya
tulis pada postingan sebelumnya, perintah berpuasa Ramadan turun pada bulan
Sya’ban tahun ke-2 Hijriah melalui Surat Al-Baqarah ayat 183.
Cara Rasulullah
menyampaikan perintah ini sangat halus dan menyentuh hati, sehingga semangat
umat Islam kala itu langsung berkobar untuk menjalankan puasa perdana mereka.
Memberikan Motivasi:
Rasulullah menjelaskan keutamaan luar biasa dari Ramadan. Beliau mengabarkan
tentang Ar-Rayyan -- sebuah pintu khusus di surga untuk menyambut orang-orang
yang berpuasa.
Memberikan Teladan:
Rasulullah nggak cuma memberi instruksi, tapi juga memberikan contoh langsung
tentang keberkahan makan sahur, dan pentingnya menyegerakan berbuka puasa.
Menanamkan Esensi
Akhlak: Rasulullah mengingatkan bahwa puasa bukan cuma sekedar menahan lapar.
Allah sungguh nggak butuh rasa lapar dan dahaga seseorang, kalau ia nggak
meninggalkan perkataan dusta.
Antusiasme
Sahabat: Menyambut Ramadan dengan Penuh Haru
Meski lagi berada dalam
masa-masa sulit secara ekonomi dan keamanan, umat Islam tetap menyambut
perintah puasa dengan penuh haru dan ketaatan penuh.
Ibadah ini bahkan nggak
cuma disambut oleh orang dewasa aja. Ada kisah dari para ibu kaum Anshar, yang
melatih anak-anak mereka berpuasa. Biar buah hati mereka dapat teralihkan rasa
lapar dan hausnya hingga waktu berbuka, para ibu ini membuatkan mainan dari
bulu domba sebagai hiburan. Masya Allah ya.
5 Kaum yang Merasakan Puasa Perdana Bersama Rasulullah
Dengan penuh perjuangan
dan keikhlasan, inilah 5 kelompok kaum terpilih yang beruntung menjalankan
puasa Ramadan pertama kali dalam sejarah Islam langsung bersama Rasulullah:
1. Kaum Muhajirin: Para
Tamu yang Teguh Hati
Kaum Muhajirin
merupakan penduduk asli Makkah yang meninggalkan harta dan keluarga demi iman.
Bagi mereka, Ramadan pertama ini merupakan puncak kebebasan setelah 13 tahun
mengalami penindasan di Makkah. Tokoh-tokoh besar seperti Abu Bakar
Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan
Abdurrahman bin Auf berada di barisan ini.
2. Kaum Anshar: Sang
Penolong yang Dermawan
Penduduk asli Madinah
ini menyambut kaum Muhajirin layaknya saudara kandung. Di bulan Ramadan inilah
keajaiban persaudaraan semakin nyata, seperti saat Rasulullah mempersaudarakan
Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Ar-Rabi'. Tokoh Anshar lainnya termasuk
Sa’ad bin Mu’adz dan Abu Ayyub al-Anshari.
3. Ahlus Suffah: Para
Penghuni Teras Masjid
Inilah kelompok yang
paling merasakan beratnya perjuangan secara fisik. Mereka adalah kaum Muhajirin
yang sebatang kara, dan tinggal di serambi Masjid Nabawi. Berpuasa tanpa tau
apa yang harus disantap saat berbuka nanti, udah menjadi bagian dari perjuangan
mereka. Namun, dari pelataran inilah lahir ibadah yang paling khusyuk. Sosok
seperti Abu Hurairah mewakili kemuliaan kelompok ini.
4. Kaum Tertindas:
Mulia dalam Kesulitan
Ramadan pertama
membuktikan bahwa Islam menghapus sekat rasial. Bilal bin Rabah (mantan budak
dari Afrika) dan Salman al-Farisi (pencari kebenaran dari Persia) dapat melebur
menjadi satu bersama umat lainnya.
Keduanya dihadirkan
sebagai representasi kelompok hamba sahaya dan kaum non-Arab (’ajam) yang
sebelumnya terpinggirkan secara sosial, namun dimuliakan oleh Islam dalam satu
saf keimanan.
Piring kurma saat
berbuka puasa menjadi saksi indahnya silaturahmi di antara sesama hamba Allah.
5. Para Pemuda Pejuang
Badar (Yaumul Furqan)
Ramadan tahun ke-2
Hijriah bertepatan dengan Perang Badar. Ini adalah ujian fisik dan mental
terberat. Namun, mereka justru meraih kemenangan ganda: menang melawan hawa
nafsu di tengah panas gurun, dan menang di medan perang. Berbuka puasa saat itu
menjadi momen syukur paling luar biasa dalam sejarah Islam.
Suasana
Madinah: "Dengungan Lebah" di Malam Hari
Pada malam-alam Ramadan
tersebut, suasana Madinah berubah drastis. Rumah-rumah para sahabat terdengar
seperti "dengungan lebah" karena suara mereka yang serentak
melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an.
Suasana sahur pun terasa
sangat syahdu. Lampu-lampu minyak kecil menyala di tiap rumah, menandakan umat
lagi mengejar keberkahan sahur sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah.
Demikianlah orang-orang
dari kaum yang Allah pilih untuk mendampingi Rasulullah, saat menjalankan
ibadah puasa Ramadan pertama kalinya. Tentu masih ada umat yang juga turut
merasakannya. Semoga Allah memberkahi para teladan kita di masa lalu, hingga
suatu saat nanti kita dapat berkumpul di surga-Nya.
Semoga kisah ini dapat
menambah semangat kita semua dalam menjalani ibadah puasa. Makasih banyak
teman-teman udah mampir.

Comments
Post a Comment
Hai temans, makasih banyak ya udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen dimoderasi dulu ya. Jangan lupa untuk mampir pada postingan lainnya.