Berapa Banyak Santan Biar Kuah Kental dan Berminyak? Cek Takaran untuk 1 Ekor Gulai Ayam Minang

Gulai ayam khas Minang memiliki ciri khas dengan kuah karinya yang agak pekat, cenderung pedas, serta memiliki wangi aromatik yang khas. Menghasilkan gulai ayam Minang yang berkuah agak pekat, tentunya ada takaran santan yang seimbang. Melalui tulisan ini, mari kita membahas tentang kelapa, serta takaran santan yang sekiranya bisa teman-teman gunakan.

Takaran Santan
Takaran Santang untuk 1 Ekor Gulai Ayam Minang

Apa kabar, teman-teman?

Setelah membuat rangkaian artikel tentang Ramadan pertama bersama Rasulullah, tiba-tiba saya kepikiran untuk menjadikan tema “gulai ayam khas Minang” sebagai rangkaian artikel selanjutnya. Jadi kumpulan artikelnya ini semacam tips maupun FAQ dari yang biasanya ditanyakan oleh teman-teman.

Gulai ayam khas Minang memang salah satu kuliner yang menjadi favorit banyak orang. Pada kedai nasi padang pun, gulai ayam merupakan salah satu lauk yang banyak diminati pelanggan. Mungkin karena daging ayamnya jadi lebih lembut, serta berkuah pedas nan gurih segar ya.

Gulai khas Minang memang memiliki tekstur kuah kari yang agak pekat. Banyak yang mengira kalau kuah gulai yang agak kental ini karena penggunaan bumbu yang lebih banyak. Ya, sebenernya nggak salah juga sih. Bumbu dan cabe giling dengan takaran yang pas memang turut membantu kuah gulai jadi terlihat agak kental. Tapi yang paling berperan untuk menghasilkan kuah kari yang lebih kental dan berminyak adalah penggunaan santan.

 

Rahasia Santan Asli dari Kelapa Tua

Gulai khas Minang memang alangkah baiknya menggunakan santan asli dari kelapa tua. Entah kita membeli kelapa parut lalu memerasnya sendiri, atau tinggal beli santan peras aja, kalau bagi saya sih sama aja.

Kalau di Jakarta dulu, saya biasa beli santan peras dengan kelapa yang bisa dipilih sendiri, diparutkan pake mesin, kemudian diperas. Nggak distok siap bungkus macam di kedai santan peras di kampung ini. Kalau di sini kan orang-orangnya udah familiar masak gulai ya, jadi penjual santan peras pun udah pede aja kalau dagangannya bakalan abis, haha… Apalagi kalau udah H-1 lebaran, kios santan pasti sampai lembur-lembur.

 

Takaran Santan 1 Ekor Gulai Ayam Minang

Memasak gulai memang nggak memerlukan kelapa tua yang lebih banyak macam masak rendang. Berikut adalah detail takarannya:

Untuk Kuah Pekat: Dalam 1 ekor ayam, cukup gunakan 1 butir kelapa tua.

Untuk Kuah Encer: Misal teman-teman maunya kuah gulai yang agak encer aja, bisa gunakan ½ butir kelapa, tapi tetap hasilkan santan kurang lebih 1 liter ya.

Lalu kalau misalnya teman-teman mau campur masakannya, misalnya ½ ekor ayam dicampur ½ kilo kentang, tahu putih, maupun tempe, takaran ini juga masih oke. Kalau mau dimasukkan daun singkong juga bisa, tapi biasanya kuahnya jadi agak encer.

 

Pilihan Santan yang Bisa Digunakan untuk Memasak Gulai Ayam Khas Minang

Berikut beberapa pilihan santan yang bisa teman-teman pilih. Dari masing-masing pilihan, tentunya mungkin akan memberikan hasil akhir yang berbeda. Tenang, cuma beda tipis kok asal lidah kita dan warga rumah nggak rewel amat, haha…

 

1. Menggunakan Kelapa Parut

Membeli kelapa parut biasanya menjadi pilihan bagi teman-teman yang enggak langsung memasak. Kelapa parut bisa disimpan di freezer. Saat membeli, teman-teman tinggal bilang aja untuk masak gulai. Biasanya akan dipilihkan kelapa tanpa kupas kulit, jadi langsung diparut pake mesin.

Tips Memeras: Siapkan air sebanyak 1 – 1,2 liter lalu bagi tiga. Masukkan sepertiganya untuk perasan pertama, lanjut kedua, dan ketiga. Satuin aja semuanya.

Cara Praktis: Bagi yang tangannya kurang kuat, bisa diblender aja lalu disaring. Hasilnya tentu akan lebih kental dibanding hasil karya tangan saya, hahaha…

 

2. Menggunakan Santan Peras (Santan Jadi)

Membeli santan peras tentu jauh lebih praktis. Cuma biasanya kita agak bingung kalau ditanya, “Mau beli berapa banyak?”

Takaran: 1 butir kelapa parut itu biasanya menghasilkan 500 ml santan peras murni.

Tips: Untuk 1 ekor ayam, beli 500 ml santan kental dan jangan lupa minta santan cairnya (biasanya sudah sekalian). Nantinya teman-teman bisa gunakan 500 ml santan kental dan 500 – 700 ml santan cair. Masukin aja barengan, nggak apa-apa.

 

3. Menggunakan Santan Kemasan

Adakalanya teman-teman juga pingin memasak gulai Minang menggunakan santan kemasan karena lebih praktis. Ini juga bisa kok, walau memang hasil akhirnya nggak sekental santan asli.

Takaran: Gunakan santan kemasan kotak yang 200 ml ditambah santan kerucut yang 65 ml.

Total: Dengan santan total 265 – 300 ml ini rasanya udah oke, lalu tinggal ditambahkan air aja biar totalnya jadi 1 – 1,2 liter.

 

Catatan untuk Bahan Lainnya

Selain untuk 1 ekor ayam, teman-teman juga bisa menggunakan takaran santan ini untuk:

 * ½ kilo gulai daging (bukan rendang ya).

 * Gulai iga atau jeroan sapi lainnya.

 * ½ - 1 kilo gulai ikan dan olahan laut.

 * Catatan: Khusus olahan daging sapi, gunakan api yang pelan banget ya karena empuknya lama, jadi kuahnya nggak cepat habis.

 

Nggak ada yang salah dan benar dalam dunia memasak, selama kita menyuguhkannya dengan penuh cinta. Rasanya nggak perlu kita terlalu kaku dengan segala pakem yang ada. Beragam pilihan ada untuk memudahkan kita memasak. Oke, itu dia tips tentang takaran santan untuk 1 ekor gulai ayam Minang. Moga infonya bermanfaat! Makasih banyak ya udah mampir!

Comments