Bukan sekedar sanggul dan kebaya, perjalanan hidup RA Kartini merupakan potret perempuan modern yang mendahului zamannya melalui tulisan, pengenalan budaya, hingga prinsip hidup yang unik. Melalui tulisan ini, mari kita mengulik 10 kisah inspiratif RA Kartini, yang dapat membuktikan bahwa perempuan juga bisa berkarya dari dalam rumah!

10 Kisah Inspiratif RA Kartini. Gemini buatin ilustrasinya muda dan kekinian banget, hehehe
Apa kabar, teman-teman?
Memasuki bulan April, biasanya suasana di sekitar kita udah mulai terasa berbeda. Ini biasanya terasa banget kalau teman-teman bekerja di dunia akademik maupun perkantoran. Atau mungkin kalau teman-teman merupakan wali murid -- terutama bagi anak-anak usia PAUD, TK, dan SD.
Tentunya kita semua
ingat kalau tiap tanggal 21 April, warga Indonesia akan merayakan Hari Kartini.
Iya, terlepas dari kita ikut merayakan atau enggak, tapi pada tanggal ini
memang nyatanya diresmikan sebagai Hari Kartini.
Biasanya kalau di sekolah-sekolah,
para guru akan meminta anak didik untuk mengenakan pakaian adat. Udah deh
emak-emak bakalan kerepotan ngurusin kostum dan make-up, hahahah… Begitupun dalam dunia kantor maupun organisasi
dan komunitas -- bakalan ada adu outfit
kebaya dan batik yang super kece. Ini juga nggak kalah rempongnya kan ya,
hahaha…
Perayaan
yang Penuh Warna dan Penuh Makna
Selain berkebaya,
berbatik, maupun berpakaian adat, adakalanya kemeriahan perayaan Hari Kartini
juga diisi dengan berbagai kegiatan seru. Mulai dari mengadakan upacara bendera
khusus untuk menyambut Hari Kartini, hingga lomba-lomba kreatif bertema
perempuan.
Lalu ada juga lomba fashion show atau gerak jalan santai
dengan busana daerah, lomba memasak nasi tumpeng, hingga kompetisi storytelling tentang perjuangan
perempuan. Di balik perayaan yang seru nan meriah ini, mungkin teman-teman
kepikiran, emang sejak kapan sih warga Indonesia mulai merayakan Hari Kartini?
Sejarah
di Balik Tanggal 21 April: Mengapa Begitu Istimewa?
Tentunya perayaan Hari
Kartini nggak ditentukan begitu aja, kayak capcipcup belalang kuncup. Alasan
tanggal 21 April yang dipilih, karena tanggal ini merupakan hari kelahiran
Raden Ajeng Kartini, tepatnya pada tahun 1879 di Jepara.
Perayaan ini secara
resmi dicetuskan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik
Indonesia No. 108 Tahun 1964. Melalui aturan tersebut, Ibu Kartini resmi
ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
Terus, kenapa sih
perjuangan beliau terasa begitu istimewa -- sampe harus dirayakan tiap tahun?
Tanpa mengesampingkan pahlawan perempuan kita lainnya, Ibu Kartini memang
merupakan sosok yang mendobrak batasan di masa itu. Beliau merupakan simbol
bahwa perempuan juga punya hak yang sama untuk bermimpi, belajar, dan berkarya.
10 Fakta Unik tentang Ibu Kartini yang Jarang Diketahui
Di balik sosoknya yang
anggun dalam balutan kebaya, Ibu Kartini juga menyimpan banyak sisi kehidupan
yang sangat menarik, maju, serta bahkan mungkin belum pernah kita dengar di bangku
sekolah. Beliau bukan cuma sekedar pejuang hak perempuan, melainkan juga sosok
yang punya pandangan luas, dengan hobi dan pemikiran yang melampaui masanya.
Yuk, kita simak kisah
inspiratif Ibu Kartini satu per satu:
1.
Sosok yang Rendah Hati: Anti-Gelar dan Sahabat Rakyat Kecil
Meski lahir dari keluarga
bangsawan, Ibu Kartini tetap meminta sahabatnya untuk memanggilnya
"Ni" atau Kartini aja. Beliau percaya kalau kepribadian seseorang itu
jauh lebih penting, daripada tingkatan sosial atau gelar yang disandang. Sisi
rendah hati ini juga terlihat dari kedekatannya dengan buruh dan petani.
2.
Melihat Dunia dari Balik Dinding Pingitan
Di usia 12 tahun, Ibu
Kartini harus berhenti sekolah karena tradisi pingitan yang ketat di masa itu.
Namun, tembok rumah nggak bisa menghentikan semangatnya. Di dalam rumah itulah
beliau justru asyik membaca berbagai buku dan majalah dari Eropa yang membuka
jendela dunianya. Beliau membuktikan bahwa meski ruang gerak terbatas, pikiran
harus tetap bebas berkelana.
3.
Penulis Perempuan Pertama: Menyuarakan Isi Hati hingga ke Eropa
Ibu Kartini ternyata
sama kayak kita-kita para penulis nih, hobinya juga menulis! Beliau sangat
aktif mengirimkan buah pikirannya ke majalah Belanda yang populer, De Hollandsche Lelie. Beliau merupakan
salah satu perempuan pertama, yang berani menyuarakan hak-hari perempuan
langsung dari tanah Jawa untuk dunia internasional.
4.
Memperkenalkan Keindahan Ukiran Jepara ke Dunia Internasional
Ibu Kartini merupakan
sosok yang sangat gigih memperkenalkan keahlian pengrajin ukir Jepara ke luar
negeri. Beliau membantu menawarkan karya-karya pengrajin lokal ke Eropa, biar
para pengrajin itu bisa mandiri secara ekonomi. Keren banget ya, beliau udah mikirin
pemberdayaan ekonomi sejak dulu!
5.
Prinsip Vegetarian yang Penuh Kasih Sayang
Ibu Kartini juga
memilih untuk menjalani pola makan vegetarian. Ini merupakan sebuah pilihan
hidup yang sangat luar biasa untuk tahun 1900-an, menunjukkan betapa lembut dan
majunya pemikiran beliau. Padahal pada tahun segitu belum populer banget
orang-orang menjadi vegetarian.
6.
Menjaga Warisan Dapur: Hobi Menulis Resep Masakan
Ibu Kartini juga sangat
bangga dengan masakan Nusantara. Beliau rajin mencatat berbagai resep
tradisional, biar rahasia dapur Jawa nggak hilang. Bagi beliau, resep masakan
merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga dengan penuh rasa
sayang.
Anyway resep masakan
padang di blog ini juga banyak ya, hahaha…
7.
Orang Pertama yang Menggeluti Fotografi di Masanya
Di zamannya, kamera
merupakan benda yang sangat jarang ditemui. Namun, Ibu Kartini udah sangat
tertarik dengan seni mengambil foto, dan senang mengabadikan momen-momen
berharga di sekitarnya. Ini menunjukkan betapa beliau sangat terbuka terhadap
teknologi dan perkembangan zaman.
8.
Mendirikan Sekolah di Pendopo: Mewujudkan Mimpi Bersama Suami
Pernikahan Ibu Kartini
di usia muda, ternyata nggak menghalangi niat tulusnya untuk berbagi ilmu.
Alih-alih meminta perhiasan sebagai hadiah, beliau malah meminta dukungan
suaminya untuk membangun perpustakaan dan sekolah bagi anak-anak perempuan di
pendopo kabupaten.
Nah, kalau teman-teman
lebih memilih minta perhiasan atau perpustakaan? Mending dua-duanya kan ya,
hahaha…
9.
Kedalaman Spiritual: Ingin Makna Kitab Suci Mudah Dipahami
Ibu Kartini ingin kalau
ilmu agama bisa diresapi maknanya oleh siapa aja. Makanya beliau mendorong
gurunya, Kyai Sholeh Darat, untuk menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Jawa.
Tujuannya mulia: biar pesan di dalamnya bisa dipahami oleh masyarakat umum,
bukan cuma sekedar dibaca tanpa dimengerti artinya.
10.
Nama yang Dikenang Dunia: Dari Surat hingga Nama Jalan
Meski berpulang di usia
25 tahun, kumpulan suratnya yang diterbitkan menjadi buku Habis Gelap Terbitlah
Terang, udah menjadi penyemangat bagi kemerdekaan kita. Kehebatan beliau pun
diakui dunia, hingga namanya diabadikan menjadi nama jalan di empat kota besar
di Belanda: Amsterdam, Utrecht, Venlo, dan Haarlem.
Ibu Kartini juga pernah
menulis, bahwa beliau cuma ingin menyalakan lilin kecil di tengah kegelapan.
Ternyata, lilin itu saat ini udah menjadi obor besar, yang menerangi jalan bagi
seluruh perempuan Indonesia untuk terus melangkah maju.
Selamat Hari Kartini
untuk kita semua -- para perempuan Indonesia. Mari teruskan semangat Ibu
Kartini dengan terus berkarya dan menebar manfaat! Moga infonya bermanfaat dan
makasih banyak ya udah mampir.
Comments
Post a Comment
Hai temans, makasih banyak ya udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen dimoderasi dulu ya. Jangan lupa untuk mampir pada postingan lainnya.