Disantap dengan Roti hingga Labu: Inilah 5 Hidangan Daging Kurban Favorit Rasulullah

Berkurban bukan berarti kita nggak boleh ikut menikmatinya. Bahkan, Rasulullah SAW beserta keluarga pun, turut menyiapkan hidangan nan menggugah selera dari potongan daging kurban. Lalu, seperti apa sih menu yang menjadi favorit Rasulullah, serta umat di Madinah tempo dulu? Melalui tulisan ini, mari simak 5 hidangan daging favorit Rasulullah, dan juga umat Madinah pada masa itu.

Menu Kurban Favorit Rasulullah
5 Hidangan Daging Kurban Favorit Rasulullah

Apa kabar, teman-teman?

Salah satu momen yang paling menggembirakan akan datangnya Iduladha adalah saat kita menerima kantong daging kurban dari masjid di sekitar rumah. Bahkan bagi para warga yang berkurban pun, juga sangat dianjurkan untuk menerima daging tersebut sebagai bentuk rasa syukur. Sesuai syariat, para pekurban diperbolehkan untuk menerima hingga sepertiga bagian.

Setelah kantong daging kurban berada dalam genggaman, biasanya para pencinta masak mulai berpikir mengenai hidangan apa yang akan dimasak nanti. Bahkan adakalanya sebelum menerima dagingnya ya, hahaha…

Iya dong, kan untuk menyiapkan bumbu-bumbunya lebih dulu. Trus ada juga orang-orang yang daging kurbannya disimpan di dalam freezer dulu aja, untuk digabungkan dengan kantong-kantong daging yang nantinya akan diterima kemudian. Biar bisa sekalian masak dan dinikmati bersama, maupun untuk dibuat frozen food.

Hingga pada akhirnya, dari gedebak-gedebuk di dapur, terciptalah berbagai hidangan istimewa kayak sate, rendang, sup, dan berbagai masakan olahan daging kurban lainnya -- yang menjadi favorit diri sendiri maupun keluarga tercinta.

 

Hidangan Daging Kurban ala Rasulullah

Teman-teman, kalau di lingkungan kita sendiri mah udah sangat terbiasa ya dengan kepulan asap saat membakar sate di depan rumah, maupun aroma rendang dan sup yang semerbak dari dalam dapur. Ternyata Rasulullah juga memiliki beberapa olahan daging yang Beliau sukai.

Rasulullah juga memberikan teladan yang sangat indah bagi kita semua. Beliau nggak cuma membagikan daging kurbannya pada fakir miskin dan kerabat aja, tapi juga mengambil bagian untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Rasulullah berpuasa terlebih dahulu sebelum berangkat ke tanah lapang untuk melaksanakan salat Id, kemudian barulah menyantap hidangan dari daging kurban di rumah.

Saya pun jadi penasaran, kayak apa sih masakan olahan daging yang biasa disajikan untuk Rasulullah, maupun para keluarga di Madinah kala itu? Siapa tau, menu-menu jaman dulu ini bisa menjadi inspirasi masakan kita semua, saat menerima daging kurban nanti.

 

Yuk, kita intip 5 menu daging yang menjadi favorit Rasulullah:

1. Tharid: Menu Legendaris Favorit Nabi

Tharid termasuk salah satu hidangan yang sangat disukai Rasulullah. Masakan ini berupa potongan roti yang direndam dalam kuah kaldu daging, hingga tekstur rotinya menjadi sangat lembut dan kaya akan rasa. Rasulullah bahkan pernah mengibaratkan keutamaan Tharid di atas makanan lain, seperti keutamaan Aisyah di antara perempuan lainnya. Masya Allah, romantisnya...

Menu klasik ini sangat pas untuk teman-teman yang ingin menghidangkan sesuatu yang mengenyangkan, namun teksturnya tetap terasa ringan dan nyaman di perut.

 

2. Bagian Bahu Kambing

Kalau teman-teman sering bingung, bagian daging mana yang paling enak diolah, Rasulullah dikenal menyukai bagian bahu kambing (dzu-ra')Iya, karena pada bagian daging ini, teksturnya jauh lebih lembut, rasanya cenderung lebih manis, serta proses memasaknya pun bisa lebih cepat. Selain rasanya yang lezat, daging di bagian depan ini juga terkenal lebih mudah dicerna oleh tubuh kita.

 

3. Dubba’ (Labu) dengan Daging

Salah satu tips biar tubuh kita tetap sehat saat lagi “pesta daging” adalah dengan menambahkan sayuran ke dalam menu masakan. Rasulullah juga sangat menyukai dubba’ -- sejenis labu yang dimasak bersama daging.

Menariknya, saat menyantap masakan berkuah ini, Rasulullah sering kali sengaja mencari potongan labu di sela-sela potongan daging. Labu ini ngasih sensasi segar yang alami, dan bikin hidangan daging terasa lebih ringan saat disantap. Jadi, perut pun nggak akan merasa begah atau penuh setelah makan.

 

4. Daging Panggang yang Wangi

Masyarakat Madinah pada masa itu, juga sering mengolah daging dengan cara dipanggang langsung di atas bara api. Aroma asap yang khas dari daging yang dibakar selalu berhasil membangkitkan selera makan.

Rasulullah juga sangat menyukai daging yang diolah dengan cara dipanggang ini. Teknik memasak langsung di atas bara api kayak gini, terbukti bisa menjaga rasa asli daging biar tetap juicy, gurih, serta lezat tanpa perlu ditambahkan terlalu banyak bumbu.

Wah, kalau di sini lebih suka menyulapnya jadi bakaran sate ya, haha…

 

5. Kadid (Daging Kering)

Pada jaman dulu, untuk mengakali cara mengawetkan daging biar bisa tahan lama, masyarakat Madinah mengolahnya menjadi Kadid. Masakan ini merupakan olahan daging yang diiris tipis-tipis, dikasih garam atau bumbu sederhana, lalu dijemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering.

Ya, mirip dendeng kering gitu deh, tapi dengan versi tradisional yang jauh lebih sederhana. Kadid menjadi salah satu bentuk olahan daging awet -- yang dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat Madinah pada masa itu.

Masya Allah, ternyata konsep dendeng  juga udah dikenal sejak jaman dulu ya!

 

Tips Menyantap Hidangan Kurban ala Rasulullah

Saat menyantap masakan dari olahan daging kurban, tentunya nggak cuma sekedar mengenyangkan perut aja, tapi juga mengharapkan keberkahannya mengalir ke tubuh kita. Terutama bagi teman-teman yang berkesempatan berkurban tahun ini (oh ya, saat teman-teman membaca tulisan ini, doakan saya bisa berkurban lagi ya, Aamin)..

 

Nah, biar keberkahan Iduladha makin terasa dan kesehatan fisik kita pun juga tetap terjaga dengan baik, kita bisa mengikuti beberapa tips sederhana ala Rasulullah berikut ini:

* Jangan Sampai “Kekenyangan”: Rasulullah selalu berpesan untuk membagi ruang perut kita menjadi tiga bagian yang seimbang: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga sisanya untuk udara alias napas.

 

* Harus Ada Sayur: Walau bahan utamanya potongan daging, namun memadukan hidangan dengan sayuran kayak labu, mentimun, atau sayuran hijau lainnya sebagai pendamping, akan membuat takaran gizi harian kita tetap seimbang dan sehat.

 

* Makan Bersama: Makanan yang dinikmati bersama-sama, biasanya akan terasa jauh lebih nikmat dan menghadirkan suasana yang penuh kehangatan serta keberkahan.

“Wah, tapi gue kan tinggalnya sendirian, Nit?”

“Undang bestie forever aja ke rumah. Atau ya sudah lah mau gimana lagi, dinikmati aja sendiri hahaha…”

 

* Awali dengan Basmalah: Rasulullah juga selalu mengingatkan kita untuk nggak lupa membaca doa, atau minimal basmalah sebelum suapan pertama. Tujuannya jelas, biar makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, bisa berubah menjadi energi yang berkah untuk beribadah.

 

Iduladha bukan cuma sekedar tentang berbagi kantong daging kurban aja, tapi juga tentang gimana kita mempererat ikatan kasih sayang antar sesama -- lewat hidangan yang tersaji hangat di meja makan. Semoga menu pilihan Rasulullah ini bisa menginspirasi teman-teman semua dalam mengolah daging nanti. Mampir juga ya pada artikel tema Idul Adha lainnya. Makasih banyak ya udah mampir.

Comments