Menjelajahi Tradisi Iduladha di 10 Negara Muslim: Dari Saudi hingga Asia

Gema takbir yang bersahutan, aroma pekat rempah yang menguar dari dapur, hingga riuh gotong royong warga, mengiringi langkah umat muslim dunia saat menyambut Hari Raya Iduladha. Dari harumnya oven bawah tanah di Oman, hingga aroma gurih Gulai Kawah khas Malaysia, mari kita berkeliling dunia sembari menikmati indahnya keberagaman tradisi di 10 negara (mayoritas) muslim di dunia.

Iduladha di Negara Muslim
Menjelajahi Tradisi Iduladha di 10 Negara Muslim

Apa kabar, teman-teman?

Lain lubuk, lain pula ilalangnya. Demikian sebuah istilah untuk menggambarkan bahwa segala sesuatu nggak selalu sama. Begitupun dengan cara umat muslim dalam menyambut Hari Raya Iduladha. Lain negara, lain pula cara merayakannya. Bahkan dalam satu negara pun, kayak di Indonesia ini, bisa beragam pula tradisi perayaannya.

Iduladha, atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, merupakan sebuah momen spiritual yang berawal dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim bersama putra tercinta, yaitu Nabi Ismail. Betapa sebuah kisah tentang pengorbanan, keikhlasan, maupun ketaatan tanpa batas pada Allah Sang Pemilik Kehidupan seluruh umat-Nya.

Rasulullah pun memberi teladan pada umat untuk menyambut datangnya Iduladha dengan melakukan sholat Id, serta penyembelihan hewan kurban setelahnya.

 

Ketika Ibadah Bertemu dengan Kekayaan Budaya

Seiring waktu berjalan, kearifan lokal yang dimiliki setiap negara, sedikit banyak juga memengaruhi tradisi menyambut Hari Raya Iduladha. Perayaan Idul Kurban pun berkembang menjadi sebuah festival budaya yang penuh warna, tanpa sedikit pun mengurangi nilai religiusnya. Setiap negara, punya cara sendiri untuk mengekspresikan rasa syukur akan kembali hadirnya Hari Raya Iduladha.

Kalau di Indonesia aja udah beragam tradisinya, kira-kira gimana sih meriahnya tradisi perayaan Iduladha di beberapa negara mayoritas muslim? Apalagi di Arab Saudi, yang bisa dibilang merupakan jantungnya Islam dan perayaan Iduladha ini.

Siapkan paspor, visa, serta tentunya tiket pesawat teman-teman. Setelah itu, mari duduk manis di atas pesawat. Tulisan di bawah ini siap membawa teman-teman berkeliling ke 10 negara muslim di dunia!

 

Perjalanan Dimulai: Menyusuri Peta Tradisi Iduladha Dunia

1. Arab Saudi: Poros Spiritual Dunia

Perjalanan kita dimulai dari tempat Islam bermula, yaitu Arab Saudi. Di sini, atmosfer Iduladha tentunya terasa begitu istimewa karena bertepatan dengan puncak ibadah Haji. Jutaan manusia dari berbagai negara, berkumpul di tempat yang sama dengan satu tujuan, yaitu menjalankan Rukun Islam ke-5.

Di luar area jemaah haji, kota-kota seperti Jeddah dan Riyadh juga dipenuhi oleh suasana perayaan keluarga, serta dekorasi cahaya di berbagai sudut kota. Sepiring besar Kabsah atau Mandi dengan potongan daging domba yang lembut, siap untuk menemani acara kumpul keluarga besar. Uww nggak kebayang sedapnya!

 

2. Oman: Keunikan Shuwa di Bawah Tanah

Dari Saudi, lanjut kita bergerak sedikit ke negeri tetangganya, yaitu Oman. Di sini, kita akan menemukan tradisi Teluk yang sangat autentik. Sebelum hari raya, masyarakat Oman akan berbondong-bondong ke Habta, sebuah pasar tradisional yang dibuka khusus menjelang Iduladha.

Setelah berbelanja bumbu, saatnya menikmati keseruan memasak daging kurban yang disebut Shuwa. Daging domba atau unta pun dibumbui dengan rempah-rempah pekat, kemudian dibungkus daun atau anyaman tradisional, lalu dimasukkan ke dalam oven tanah liat di bawah tanah.

Daging pun dipanggang selama 24 hingga 48 jam. Olalaaa… ngalah-ngalahin masak rendang ya, hahaha… Nggak kebayang ya, betapa empuk dan wanginya tuh daging pas dikeluarin dari oven.

 

3. Mesir: Gurihnya Fatta di Kota Seribu Menara

Sekarang kita menyeberang ke Mesir, sebuah negeri yang dipenuhi indahnya menara masjid. Di sini, Iduladha ternyata akrab disebut dengan Eid al-Kabeer (Hari Raya Besar). Jalanan Kairo pun akan berubah menjadi sangat hidup, dengan hiasan lampu dekoratif.

Lalu, kalau kita berkunjung ke rumah warga Mesir saat Iduladha nih, menu spesial yang akan disodorkan adalah Fatta. Hidangan ini berupa lapisan roti kering yang renyah, nasi, dan daging kurban, lalu disiram saus tomat pekat berbumbu bawang putih dan cuka. Asam, gurih, dan segar pun akan melebur menjadi satu!

 

4. Maroko: Sate Jeroan Boulfaf khas Maghribi

Perjalanan pun nggak terasa membawa kita untuk lebih jauh ke ujung barat Afrika Utara. Ya, kita udah sampai di Maroko. Suasana di dalam Medina (kota tua) Maroko pun akan dipenuhi aroma arang yang terbakar, sejak hari pertama Iduladha.

Uniknya, di hari pertama hari raya, masyarakat Maroko nggak langsung memasak daging utama, tapi jeroannya dulu. Hidangan yang paling familiar adalah Boulfaf, sate hati domba yang dibungkus dengan lapisan lemak tipis, lalu dibakar. Rasanya akan lebih juicy kali ya, karena dilapis lemak juga.

 

5. Turki: Dandanan Cantik para Hewan Kurban

Sekarang kita beralih ke Turki, jembatan antara Asia dan Eropa. Di sini, hari raya Iduladha disebut dengan Kurban Bayramı.

Di Turki, ada sebuah tradisi unik yang memperlihatkan betapa mereka menghormati hewan kurban. Pada beberapa daerah, hewan kurban akan dimandikan sampai bersih. Habis itu dipakaikan bedak, dihiasi pita warna-warni, bahkan terkadang dikasih henna juga pada bulunya. Ulalaa… nggak kebayang cantiknya sapi dan gantengnya kambing di sana, hahaha…

Setelah perayaan di masjid-masjid megah kayak di Hagia Sophia selesai, masyarakat pun akan saling berkunjung untuk mencium tangan orang tua, kemudian menikmati manisnya kue Baklava. Uww jadi pingin mamam Baklava juga!

 

6. Iran: Semangat Berbagi ala Persia

Di Iran, hari raya Iduladha dikenal sebagai Eid-e-Qurban. Perayaan di sini sangat kental dengan urusan amal. Jadi, pembagian daging kurban itu diberikan pada kaum duafa, yang dilakukan dengan sangat terorganisasi melalui lembaga-lembaga sosial.

Kemudian untuk urusan kuliner, masyarakat Iran akan menyajikan hidangan berbahan dasar daging, kayak Kebab Koobideh, juga semur daging kaya rempah bernama Ghormeh Sabzi yang disajikan di atas nasi beraroma saffron yang mewah.

 

7. Pakistan: Kemeriahan Bakra Mandi yang Penuh Warna

Selanjutnya kita masuk ke Asia Selatan. Di sini, atmosfernya berubah menjadi sangat padat dan meriah. Perayaan Bakra Eid ditandai dengan munculnya Bakra Mandi, yaitu pasar hewan kurban raksasa yang super sibuk.

Sama kayak di Turki, masyarakat Pakistan juga senang menghias hewan kurban dengan untaian bunga warna-warni yang cantik. Saat hari raya tiba, semua orang akan memakai baju terbaik mereka, kayak Kurta atau Shalwar Kameez, lalu menikmati hidangan kaya rempah tajam seperti Biryani kambing yang menggoda selera. Uww saya mau ikut makan nasi Biryani juga dong!

 

8. Brunei Darussalam: Kesultanan yang Khidmat dan Anggun

Mari kita menuju Asia Tenggara, dimulai dari Brunei Darussalam. Berbeda dengan kemeriahan di Asia Selatan, perayaan di Brunei cenderung berjalan dengan sangat tenang, anggun, dan penuh kekhusyukan yang sakral.

Sultan dan keluarga kerajaan, biasanya akan membaur dengan masyarakat untuk melaksanakan salat Id di masjid. Setelah itu, dilanjutkan dengan ibadah kurban yang diselenggarakan kerajaan. Suasana kekeluargaan di Brunei pun terasa begitu hangat dalam balutan tradisi Melayu.

 

9. Malaysia: Gurihnya Gulai Kawah di Hari Raya Qurban

Nah, ini dia tetangga dekat kita, yaitu Malaysia! Di sini, perayaan Iduladha lebih populer dengan sebutan Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban.

Di negara bagian pantai timur kayak Kelantan dan Terengganu, suasana Iduladha bahkan bisa terasa jauh lebih meriah daripada Idulfitri. Masyarakat akan bergotong royong di masjid kampung untuk menyembelih hewan kurban, lalu memasaknya bersama-sama di dalam wajan raksasa menjadi Gulai Kawah atau Sup Tulang yang gurih, lalu nanti menyantapnya pakai ketupat. Aihhh nggak kebayang serunya acara memasak bersama.

 

10. Indonesia: Pesta Gotong Royong dan Nyate Massal

Perjalanan kita pun berujung di tanah air tercinta, yaitu Indonesia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, variasi tradisinya tentunya udah nggak perlu diragukan lagi.

Mulai dari pawai obor malam takbiran, tradisi Meugang di Aceh, hingga ritual Manten Sapi di Pasuruan -- di mana sapi kurban diarak layaknya pengantin. Dan tentu aja, puncaknya adalah tradisi "nyate massal"!

Di setiap sudut gang, kepulan asap pembakaran sate akan menyatukan semua kalangan. Semua larut dalam tawa dan kebersamaan.

 

Merayakan Perbedaan, Menyatukan Makna

Wah, nggak terasa kita udah "keliling dunia" melalui 10 kisah ini ya. Khasanah budaya yang kita miliki sebagai umat muslim pun ternyata begitu luas dan berwarna. Sungguh luar biasa ketika sebuah perintah agama yang sama, bisa diekspresikan dengan ribuan tradisi yang berbeda. Namun tentunya, tetap bermuara pada nilai yang sama, yaitu ketakwaan dan berbagi kepada sesama.

Moga tulisan ini bisa menambah wawasan dan memperkaya khasanah budaya bagi kita semua. Mungkin suatu saat nanti, kita punya kesempatan untuk merayakan Iduladha di negeri orang; membaur sembari ikut mencicipi Fatta di Mesir, atau berburu Shuwa di Oman dengan penuh rasa takjub. 

Jangan lupa untuk mampir juga pada artikel bertema Iduladha lainnya. Makasih banyak ya udah mampir. Nah, kalau teman-teman sendiri, apa nih tradisi unik Iduladha yang paling dikangenin dari kampung halaman?

Comments