Liburan Sekolah Nggak ke Mana-Mana? Fun Cooking Aja! Ini 5 Tips Persiapannya

Libur sekolah tlah tiba, dan fun cooking bersama anak bisa menjadi kegiatan seru untuk mengisi liburan di rumah. Sarapan pun dapat menjadi momen paling tepat untuk memulai petualangan dapur ini. Namun, biar momen kebersamaan ini berjalan lancar dan penuh kesan, ada baiknya Ayah dan Ibu mempersiapkan beberapa hal terlebih dahulu. Berikut ini 5 tips seru yang perlu disiapkan. Melalui tulisan di bawah ini, mari simak ulasan lengkapnya.

Fun Cooking
Liburan Sekolah Nggak ke Mana-Mana? Fun Cooking Aja!

Apa kabar, teman-teman?

Pada artikel sebelumnya, saya udah mengulas tentang momen penerimaan rapor dan nggak apa-apa kok, kalau Ayah dan Ibu nggak bisa mengajak anak-anak berwisata pada liburan akhir semester ini. Nah, pada seri artikel Liburan Akhir Semester yang ketiga ini, saya ingin mengajak Ayah dan Ibu untuk mengisi momen liburan akhir semester anak di rumah, dengan melakukan masak bersama aja.

Memasak, mungkin bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang... Ah apa sih? Apalagi mengajak anak-anak terlibat. Di mana letak serunya? Hahaha... Padahal, di Jakarta dulu, murid les saya ada yang mengikuti cooking course untuk anak-anak. Artinya, dunia memasak itu tetaplah kegiatan yang seru bagi mereka.

Repot, berantakan, banyak cucian piring setelahnya, tentu merupakan hal yang akan dihadapi. Tapi mungkin dari sinilah, kenangan ananda tersayang bersama Ayah dan Ibunya akan terus melekat dalam ingatan. Saat di kemudian hari mereka udah sangat mahir memasak banyak menu, ingatan itu akan terus terulang... Dulu ilmu memasak aku, dimulai dari mengupas kulit jagung dan menggunting sosis.

 

Kala Sarapan Menjadi Momen yang Lebih Tepat untuk Dipilih

Sebenarnya nggak ada momen yang paling tepat kapan fun cooking bersama itu dilakukan. Entah saat sarapan, makan siang, makan malam, maupun brunch atau cemilan sore. Namun, ada beberapa alasan yang dirasa lebih baik, kalau dilakukan saat sarapan aja:

1. Biar Anak-Anak Tetap Bangun Pagi

Nggak masuk sekolah, biasanya menjadi alasan bagi anak-anak untuk... Nggak apa-apa kan kalau bangun siang? Nah, biar mereka tetap semangat bangun pagi, Ayah dan Ibu dapat mengajak mereka untuk melakukan fun cooking breakfast.

Biar makin semangat, mungkin Ayah dan Ibu juga bisa ngasih bonus kecil. Misal, kalau dilakukan saat sarapan, nanti akan dikasih susu kotak atau cookies kemasan favorit. Biasanya anak-anak akan suka kalau ada hadiahnya. Begitupun juga dengan kita kan, ehhh...

2. Biar Mereka Menikmati Momen Sarapannya

Kala momen sekolah, biasanya anak-anak akan diminta untuk sarapan dengan cepat. Menunya pun adakalanya dipilih yang sesimpel mungkin. Bahkan ada pula anak-anak yang membawa bekal sarapan untuk dimakan di sekolah aja, sebelum bel masuk berbunyi. Nah, saat libur sekolah ini merupakan momen yang tepat untuk menikmati sarapan favorit dengan santai.

 

5 Tips Mempersiapkan Fun Cooking Breakfast Bersama Anak

Biar kegiatan serunya berjalan lancar, tentu alangkah baiknya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan Ayah dan Ibu, sebelum mengajak ananda tercinta berpetualang di dapur.

Berikut ini beberapa hal yang bisa di-check list oleh Ayah dan Ibu untuk dirundingkan bersama anak:

1.      Ajak Diskusi: "Besok Kita Masak Apa?"

Saat pagi hari ini, Ayah dan Ibu dapat memulai diskusi bersama anak, bahwa esok pagi hari, gimana kalau kita melakukan Fun Cooking for Breakfast. Beri 3 pilihan menu berdasarkan tema terlebih dahulu. Misal tema ikan, tema telur, tema sayur, serta lainnya. Tiga tema aja rasanya udah cukup, biar anak-anak nggak semakin bingung menentukan pilihan.

2.      Saatnya Berbelanja

Kenapa makannya perlu didiskusikan sejak pagi? Karena setelah itu Ayah dan Ibu dapat mengajak anak-anak untuk berbelanja bahan-bahannya di warung terdekat, minimarket, maupun pasar dan supermarket.

Nggak apa-apa kan, kalau rasanya sedikit merepotkan berbelanja ke pasar sembari menggandeng anak-anak. Namanya juga "liburan" ya. Biar agenda belanja nggak melenceng, minta mereka untuk mencatat apa aja yang harus dibeli.

Setiba di tempat belanja, biarkan mereka memilih sendiri bahan yang menarik bagi mereka. Saat ingin membayar, berikanlah uangnya pada anak-anak. Akan ada rasa bahagia sekali saat mereka membayar belanjaan yang telah dipilih.

3.      Bagi Tugas Sesuai Usia

Ketika buah hati Ayah dan Ibu masih pada usia PAUD atau TK, tentu masih sangat rentan bila harus menggunakan pisau, bahkan cooking scissors pun. Jadi ajak mereka untuk fokus pada aktivitas motorik seperti mengupas jagung atau memecahkan telur.

Sementara bila ananda sudah duduk di bangku SD, cooking scissors mulai bisa diperkenalkan untuk memotong sosis atau daun bawang.

Lalu untuk area kompor, tetap jadi "wilayah kekuasaan" Ayah dan Ibu. Jelaskan pada mereka bahwa saat masakan diolah, anak-anak boleh duduk beristirahat sejenak.

4.      Sesi Foto: Rayakan Hasilnya!

Setelah masakan matang, jangan lupa untuk sesi foto seru bersama "mahakarya" mereka. Mengabadikan momen ini, bukanlah suatu hal yang narsis, norak, atau alay. Namun merupakan sebuah perayaan atas kesederhanaan.

Semua tentang mereka harus dirayakan! Lalu oleh siapa lagi, kalau bukan oleh Ayah dan Ibunya? Siapa tau, malah memberi inspirasi bagi teman-teman Ayah dan Ibu yang melihatnya.

5.      Apresiasi Merupakan "Bumbu" Utama

Sesi foto selesai, selanjutnya tentu saatnya makan. Setelah berdoa bersama, sembari menikmati sarapan nan istimewa, berikanlah apresiasi setinggi-tingginya. Katakanlah bahwa sarapan hari ini terasa begitu spesial karena hasil buatan mereka.

Nggak peduli walau mereka 'cuma" mengupas kulit jagung atau menggunting sosis yang compang-camping. Melihat binar bahagia di mata mereka kala dipuji, rasanya tentu sangat luar biasa.


Mungkin esok pagi, dapur akan sedikit lebih berantakan dari biasanya. Mungkin hasil potongan sosisnya nggak rapi, atau ada sedikit tumpahan telur di meja. Namun saat anak-anak beranjak dewasa nanti, mereka tentu nggak akan mengingat seberapa rapi dapurnya. Yang teringat adalah bagaimana Ayah dan Ibunya dengan sabar menemani mereka saat mengupas jagung, tertawa bersama saat memegang gunting dapur, dan merayakan keberhasilan kecil dengan penuh kebanggaan.

Siapa tau, dari momen-momen kecil yang Ayah dan Ibu tanam saat liburan di rumah ini, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Dan suatu saat nanti, mereka benar-benar akan menjadi chef andalan yang menyajikan sarapan spesial untuk Ayah dan Ibunya, bahkan mungkin menjadi chef professional di hotel berbintang.

Selamat berpetualang di dapur bersama Ananda tercinta. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Ayah dan Ibu semua, dan makasih banyak ya sudah mampir.

Comments