Saat kita berbelanja, baik di warung tetangga hingga supermarket, berbagai merek garam akan berjajar rapi di dalam sebuah rak. Adakalanya bikin kita jadi bingung untuk memilih. Walhasil, cukuplah pilih yang paling murah atau yang lagi promo aja. Melalui tulisan ini, mari kita mengulas, apa aja yang perlu diperhatikan saat ingin membeli garam. Biar masakan nggak cuma lezat, tapi juga mendukung pola makan yang lebih sehat.
![]() |
| 5 Tips Membeli Garam yang Sehat |
Apa kabar, teman-teman?
Dalam sebuah masakan, garam memang cukup sedikit digunakan. Namun, keberadaannya justru bisa sangat menentukan cita rasa dalam sebuah masakan. Nggak cuma saat memasak sendiri, bahkan kala kulineran pun, adakalanya di atas meja tetap disiapkan semangkuk kecil garam -- untuk menyesuaikan selera orang yang berbeda-beda.
Saat ini, garam pun dikemas dalam berbagai ukuran. Lain merek, lain pula harganya, walau dalam ukuran yang sama. Ini yang membuat adakalanya orang-orang cukuplah membeli garam yang paling murah, atau yang lagi promo aja.
5
Tips Membeli Garam yang Sehat
Murah bukan berarti kurang berkualitas, serta mahal belum tentu paling berkualitas. Jadi, saat ingin membeli garam, berikut ini beberapa panduan yang dapat teman-teman jadikan checklist sebelum berbelanja.
1.
Pilih garam konsumsi beryodium
Sejak masa sekolah dulu,
kita udah diajarkan tentang manfaat yodium yang biasa terkandung dalam garam. Yodium
merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membantu produksi hormon tiroid.
Asupan yodium yang cukup, juga penting untuk mencegah gangguan akibat
kekurangan yodium, salah satunya pembesaran kelenjar tiroid atau gondok.
Karena itu, kita
disarankan memilih garam konsumsi yang mengandung yodium. Jadi, saat ingin
membeli garam, jangan lupa untuk melihat keterangannya. Perhatikan. apakah
produk tersebut merupakan garam konsumsi beryodium atau nggak.
2.
Periksa kandungan yodiumnya
Setelah menemukan
keterangan bahwa garam tersebut beryodium, selanjutnya kita bisa melihat
informasi pada kemasan mengenai kandungan yodiumnya. Untuk garam konsumsi,
Kemenkes menjelaskan bahwa garam beryodium yang memenuhi standar SNI mengandung
yodium sebesar 30–80 ppm.
Jadi, jangan cuma
berhenti pada tulisan “beryodium” di bagian depan kemasan aja. Kalau
informasinya tersedia, kita juga bisa melihat keterangan kandungan yodium pada
label.
3.
Cek kemasan sebelum membeli
Walau garam memang
bukan makanan yang mudah rusak, kondisi kemasan juga tetap perlu diperhatikan. Pilihlah
kemasan yang utuh, nggak bocor, nggak robek, nggak basah, serta nggak
menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Kemasan yang baik,
membantu menjaga isi produk tetap terlindungi selama proses penyimpanan dan
distribusi.
4.
Jangan lupa membaca label
Selanjutnya, apalagi
yang perlu kita perhatikan? Tentunya informasi lainnya pada kemasan, seperti
komposisi, kandungan yodium, berat bersih, produsen, serta informasi izin edar.
Kita juga bisa
menerapkan prinsip Cek KLIK: Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum
membeli produk pangan, termasuk garam.
Memang kelihatannya
sederhana, tetapi kebiasaan membaca label bisa membantu kita menjadi konsumen
yang lebih teliti.
5.
Periksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi garam
Karena penggunaannya
yang cukup sedikit, alangkah baiknya bagi kita untuk memperhatikan tanggal
kedaluwarsanya. Pastikan produk tersebut masih dalam masa berlaku, dan masih
cukup aman digunakan dalam beberapa waktu mendatang.
Walau tanggal
kedaluwarsanya masih lama, tetap perhatikan juga kondisi garam di dalam
kemasan. Kalau terlihat nggak semestinya, misalnya kemasannya rusak atau produk
mengalami perubahan akibat kelembapan, lebih baik pilih produk lain yang
kondisinya masih baik.
Walau sudah sesuai
dengan lima checklist di atas, bukan
berarti garam beryodium boleh digunakan sebanyak-banyaknya. Garam beryodium
memang penting sebagai sumber yodium, tetapi garam tetap perlu digunakan
secukupnya. Jadi, yang kita cari bukan sekedar garam yang tepat, tetapi juga
pola konsumsi yang lebih bijak.
Oke, itu dia sedikit
tips tentang apa aja yang perlu diperhatikan saat ingin membeli garam. Moga
infonya bermanfaat bagi teman-teman semua. Makasih banyak ya udah mampir.

Comments
Post a Comment
Hai temans, makasih banyak ya udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen dimoderasi dulu ya. Jangan lupa untuk mampir pada postingan lainnya.