Konon katanya,,, di kemudian hari AI akan mengerikan? Kala sebagian orang baru akan takut, kami para penulis digital udah menerima badainya sedai awal. Sekedar catatan ringan di pagi hari. Yuk, lanjut baca...
![]() |
| Konon Katanya… di Kemudian Hari AI akan Mengerikan |
Apa kabar, teman-teman?
Kemarin ini, ramai sekali di ranah twitter tentang seorang peneliti AI yang mengundurkan diri dari perusahaan tempat beliau bekerja. Nggak tanggung-tanggung, bahkan beliau juga akan meninggalkan karir dalam dunia AI.
Alasan terbesar beliau
adalah tentang betapa luar biasanya persaingan antar perusahaan AI. Tiap
perusahaan akan bersaing untuk menghadirkan sistem yang paling canggih – yang konon
nantinya dapat memusnahkan manusia.
“Kalau gitu, AI
mengerikan banget ya?” Cukup banyak juga komentar sejenis yang saya baca sejak
kemarin.
AI nantinya akan mengerikan?
Entahlah… yang pasti bagi kami para penulis digital ini – entah blogger,
kontributor website, editor, dan
segala profesi yang berkaitan -- sejak
awal AI akan booming pun udah sangat
mengerikan.
Mulai dari tulisan demi
tulisan yang diserap sedemikian mudahnya. Walau kayak ChatGPT memang melampirkan
sumber website atau blog kami, tapi
ketika data yang dilampirkan oleh AI udah sedemikian lengkap, orang-orang udah
nggak lagi mendatangi website dan
blog kami.
Dampaknya, pendapatan
iklan pun terjun bebas. Setidaknya ini yang saya dan banyak teman-teman
rasakan. Lalu dalam mencari traffic
pengunjung, tentu harus lebih kerja keras lagi untuk membagikan link tulisan di media sosial.
Dunia review berbayar udah nggak populer di
blog? Masih nggak apa-apa deh. Tapi ketika pendapatan iklan terjun bebas juga,
haduhhh…
Lalu gimana dengan website atau portal yang menggaji
teman-teman penulis? Teman-teman saya yang sebelumnya pada jadi kontributor,
banyak yang udah pada distop – bahkan editornya pun.
Ini belum lagi, banyak
profesi perkantoran lainnya yang udah pada digantikan oleh AI. Pahitnya,
keadaan ekonomi di negeri ini – terutama dalam 2 tahun belakangan ini, terasa
sangat sulit untuk ngapa-ngapain.
Tapi
Nita kan Juga Memanfaatkan Fasilitas AI?
Betul! Mau gimanapun,
kehadiran AI ini nggak bisa dihindari. Ya udah, dimanfaatkan aja fasilitasnya
kayak jadi self editor untuk
mengoreksi typo serta mungkin antar
kalimat yang kurang pas.
Kemudian, AI juga saya
manfaatkan untuk mendesain gambar-gambar thumbnail
pada blog ini, serta untuk FB Pro dan media sosial lainnya. Bahkan ada
beberapa video yang saya coba buat menggunakan AI.
Tapi, kalau ditanya
mana yang lebih baik – sebelum atau setelah AI booming? Sememudahkan apapun kehadiran AI, tetap saya berharap kalau
ini nggak pernah ada!
“Nggak, ah, Nit. Gue
mah mending kayak sekarang aja, ada AI. Banyak kemudahannya!”
Kalau gitu, jangan lupa
diiringi dengan doa, semoga saat anak-anak udah sampai ke tahap mencari kerja
nanti, pekerjaannya tetap ada – nggak digantikan oleh AI. Bukankah saat ini aja,
udah banyak profesi yang tergantikan.
Lalu, Apa yang Bisa Dilakukan untuk Bertahan Hidup dalam Ranah Profesi Ini?
Di atas udah saya
bahas, kalau kondisi ekonomi negeri ini, bikin sebagian besar dari kita sulit
untuk beralih profesi. Begitupun saya, beberapa teman, serta orang-orang yang
saya simak ceritanya di media sosial. Jadi selama rezekinya masih ada dalam
ranah profesi ini, sebisa mungkin kami pertahankan. Mau gimana lagi…
Well,
membuat
tulisan maupun gambar melalui ChatGPT, sekejap pun bisa muncul, kemudian tinggal
download atau copas, lalu posting.
Saya malah senang ketika jutaan orang melakukan plek ketiplek dari AI tanpa editing sama sekal, haha…
Artinya, pembaca dan
penonton pun lama kelamaan akan bosan. Di sinilah karya-karya original kita akan tetap atau kembali
dilihat, insya Allah ya…
AI bisa ngasih teori,
namun tidak dengan pengalaman! Resep Gulai Ayam hasil copas AI dengan tulisan
hasil berbagi pengalaman, pembaca dan penonton tentu dapat membedakan. Ini
pula yang bikin blog ini tetap ada aja pengunjungnya.
Begitupun dengan
gambar-gambar. Ada beberapa gambar saya yang menggunakan AI, namun tetap
berkonsep layaknya saya foto beneran. Harus satu napas dengan konsep-konsep
foto beneran saya, biar unik dan nggak bermasalah pada monetize FB Pro. Selain itu, juga biar yang lihat nggak muak -- saking
bosannya lihat gambar-gambar yang kurang lebih sama, haha
Ya begitulah… Target
saya, blog ini akan lebih banyak membuat review
dan berbagi pengalaman. Pernah saya bilang sama teman, “Bahkan sabun cuci atau
garam yang kita beli, review aja!”
Moga kepala ini bisa diajak bekerja sama selalu…
Blog teman saya juga ada
kok yang tetap bagus traffic-nya,
karena kakak ini memang banyak berbagi pengalaman traveling, kuliner, olahraga, dll. Saya bilang, “AI memang bisa
ngasih data tempat wisata, tapi belok kiri belok kanan dan WC ada di mana, mana
dia tau!” Hahahah…
Lalu untuk teman-teman
yang udah atau mungkin akan kehilangan profesinya karena digantikan oleh AI
ini, insya Allah… Allah akan membuka pintu rezeki untuk kita semua
seluas-luasnya. Saya pun selalu bilang sama Allah, “Jika rezeki saya bukan di
ranah ini lagi, mohon beri tau di mana saya bisa menjemputnya…”
Ya, kalau sebuah mesin
aja bisa mengendalikan dunia, apalagi Allah sang pemilik langit dan bumi ini. Banyak-banyak
istighfar saat ini…
Pada intinya, karena
memang kehadiran AI nggak bisa dihindari, jadi ya udah kita gunakan aja fasilitasnya
sebaik mungkin. Issue air tawar yang
ddigunakan untuk mengoperasikan AI pun – yang di kemudian hari manusia seakan
rebutan untuk menggunakan air tawar dengan AI, juga bikin saya jadi evaluasi
dan introspeksi diri, untuk makin membatasi penggunaan AI dari hal yang nggak
penting.
Tulisan ini mungkin
sulit untuk dipahami oleh teman-teman yang nggak terdampak. Teruntuk kita yang
terdampak, moga Allah selalu memberikan jalan keluar yang terbaik. Moga
tulisannya bermanfaat. Makasih banyak ya udah mampir.

Comments
Post a Comment
Hai temans, makasih banyak ya udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen dimoderasi dulu ya. Jangan lupa untuk mampir pada postingan lainnya.