Tren rumah minimalis saat ini memang makin diminati, terutama di kota-kota besar. Bahkan rumah subsidi pun juga umumnya mengusung tema minimalis. Seperti apa konsep rumah subsidi minimalis, serta apa aja yang perlu diceklist saat ingin membangun atau membeli rumah minimalis? Pada tulisan di bawah ini, mari simak ulasan lengkapnya. Serta rekomendasi distributor hardware pintu yang juga nggak kalah penting dalam menyiapkan rumah minimalis.
Apa kabar, teman-teman?
Memiliki sebuah rumah, tentunya menjadi impian orang-orang dewasa, terutama bagi yang berencana akan segera menikah. Namun adakalanya penghasilan seseorang belum dapat mencukupi keinginan untuk memiliki sebuah rumah seperti yang diimpikan -- cukup besar dengan furnitur yang mewah.
Salah satu solusi yang biasanya dilakukan adalah memilih rumah subsidi. Mungkin teman-teman juga udah sering dengar tentang rumah subsidi ini, atau teman-teman sendiri juga udah lama memilikinya.
Rumah subsidi merupakan salah satu bentuk hunian yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah. Ini juga merupakan program pemerintah yang salah satunya melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP.
Sesuai dengan anggaran yang ada, rumah subsidi memang berkonsep minimalis, karena luas huniannya yang relatif terbatas. Jadi pemilik rumah biasanya perlu memikirkan kembali, bagaimana memanfaatkan ruang yang tersedia biar nggak terasa sesak.
Namun konsep rumah minimalis nggak selalu identik dengan anggaran yang terbatas. Adakalanya seseorang atau keluarga merasa nggak perlu memiliki rumah yang besar-besar dengan furnitur yang nggak terlalu penting. Makanya, perumahan mewah yang berkonsep rumah minimalis pun juga ada.
Apa Aja yang Biasa Diperhatikan dalam Sebuah Rumah Minimalis?
Bagi teman-teman yang berencana ingin membangun atau membeli rumah minimalis, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini, biar nantinya setelah menempati rumah tersebut, teman-teman akan merasa nyaman di dalamnya.
Bukan cuma tentang rumah yang terlihat cantik dari luar aja, tapi juga bagaimana setiap ruang di dalamnya bisa digunakan dengan maksimal. Ini dia 5 hal utama yang perlu diperhatikan saat berencana membangun atau membeli rumah minimalis:
1. Tata Letak Ruangan
Yang pertama tentu aja tata letak ruangan. Rumah minimalis memerlukan penataan ruang yang cukup cermat. Letak ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, hingga area untuk beraktivitas sehari-hari, sebaiknya dipikirkan biar nggak saling mengganggu.
Jangan sampai, rumah sebenarnya masih memiliki ruang yang cukup, tapi terasa sempit karena penempatan berbagai elemen di dalamnya kurang tepat. Jalur untuk berjalan juga perlu diperhatikan. Karena, kenyamanan sebuah rumah bukan cuma ditentukan oleh luas bangunannya aja, tapi juga seberapa mudah kita bergerak dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
2. Pencahayaan dan Sirkulasi Udara
Hal kedua yang nggak kalah penting adalah pencahayaan dan sirkulasi udara. Rumah minimalis akan terasa lebih nyaman kalau mendapatkan cahaya alami dan aliran udara yang cukup. Karena itu, posisi jendela, ventilasi, maupun bukaan lainnya perlu menjadi pertimbangan saat membangun rumah.
Rumah yang terang pada siang hari juga bisa ngasih kesan ruangan yang lebih luas. Begitu pula dengan sirkulasi udara yang baik, yang membuat rumah terasa lebih segar dan nggak pengap.
3. Furnitur dan Tempat Penyimpanan
Berikutnya adalah furnitur. Ini juga menjadi perhatian tersendiri ketika memiliki rumah minimalis. Keinginan untuk membeli banyak furnitur yang nggak terlalu penting, tentu bisa membuat rumah jadi terasa penuh dan sesak. Jadi, pilihlah furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan memang sangat diperlukan.
Tempat penyimpanan juga sebaiknya dipikirkan sejak awal. Lemari, rak, atau kabinet bisa membantu menyimpan berbagai barang biar nggak berserakan. Kalau memungkinkan, furnitur multifungsi juga bisa menjadi pilihan. Misalnya tempat tidur yang memiliki ruang penyimpanan di bagian bawah atau meja yang sekaligus dapat digunakan untuk menyimpan barang. Dengan begitu, satu area bisa memiliki lebih dari satu fungsi.
4. Warna dan Material
Hal berikutnya yang juga biasa dipertimbangkan dalam rumah minimalis adalah warna dan material. Pemilihan warna yang tepat dapat membuat ruangan terasa berbeda. Warna-warna yang lebih terang, misalnya, sering digunakan untuk memberikan kesan ruangan yang lebih lega. Namun, bukan berarti rumah minimalis harus selalu didominasi warna putih.
Warna natural seperti krem, beige, cokelat muda, abu-abu, atau warna-warna lembut lainnya juga bisa dipadukan sesuai karakter penghuni rumah. Begitu pula dengan material. Penggunaan material sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi rumah, dan tentunya anggaran yang tersedia.
5. Pintu dan Sistem Bukaannya
Nah yang terakhir adalah pintu. Mungkin selama ini pintu cuma dianggap sebagai bagian rumah yang berfungsi sebagai akses keluar dan masuk ruangan. Padahal, jenis dan sistem bukaan pintu juga bisa memengaruhi pemanfaatan ruang.
Pada pintu konvensional, diperlukan area untuk daun pintu ketika dibuka. Pada rumah dengan ruangan yang terbatas, area tersebut tentu perlu diperhitungkan. Gimana kalau di dekat pintu terdapat lemari, meja, atau furnitur lainnya? Posisi furnitur harus dibuat sedemikian rupa, biar nggak menghalangi bukaan pintu.
Pintu geser atau sliding door bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk rumah minimalis. Berbeda dengan pintu konvensional, pintu geser atau sliding door bekerja dengan cara menggeser daun pintu ke samping menggunakan sistem rel dan hardware pendukung.
Karena nggak membutuhkan area ayunan seperti pintu konvensional, model ini dapat menjadi pilihan untuk ruangan yang membutuhkan efisiensi ruang. Misalnya, ketika di dekat pintu terdapat lemari, meja, atau furnitur lainnya. Pada pintu biasa, posisi furnitur harus memperhitungkan arah bukaan. Sementara pada pintu geser, area di depan pintu dapat dimanfaatkan dengan lebih fleksibel.
Pintu geser juga nggak cuma dapat digunakan untuk kamar tidur aja. Model ini bisa diterapkan sebagai pembatas ruang keluarga, akses menuju area belakang rumah, pembatas dapur, hingga pintu menuju area tertentu yang memiliki ruang terbatas.
Selain masalah fungsi, pintu geser juga dapat memberikan tampilan yang lebih modern. Kalau menggunakan panel kaca, cahaya alami dapat masuk lebih banyak, sehingga ruangan berpotensi terasa lebih terang dan lega.
Namun, ada satu bagian yang nggak boleh dilupakan ketika memilih pintu geser, yaitu hardware. Rel, roller, handle, stopper, hingga sistem pengunci memiliki peran penting terhadap cara pintu bekerja. Hardware yang sesuai akan membantu pintu bergerak dengan lebih lancar dan mendukung penggunaan sehari-hari.
Karena itu, mencari rekomendasi distributor hardware pintu bisa menjadi salah satu tahap yang perlu dilakukan sebelum menentukan sistem pintu geser untuk rumah. Distributor hardware dapat menjadi tempat untuk mendapatkan berbagai komponen yang diperlukan, sekaligus membantu pemilik rumah menyesuaikan hardware dengan jenis dan ukuran pintu yang akan digunakan.
Menerapkan konsep minimalis pada rumah subsidi maupun nonsubsidi, nggak harus selalu berarti melakukan renovasi besar. Pemanfaatan ruang juga bisa dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk memperhatikan bagaimana sebuah pintu membuka dan menutup. Demikian sedikit ulasan tentang rumah minimalis yang aman dan nyaman bagi penghuninya. Moga infonya bermanfaat untuk teman-teman semua. Makasih banyak ya udah mampir

Comments
Post a Comment
Hai temans, makasih banyak ya udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen dimoderasi dulu ya. Jangan lupa untuk mampir pada postingan lainnya.