Kabut Asap Parah di Sumbar, Sejumlah Sekolah Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Masalah kabut asap beberapa bulan belakangan ini, memang ramai di beberapa provinsi di Indonesia, bahkan hingga ke negara tetangga. Begitu juga dengan beberapa wilayah di Sumatera Barat ini. Kondisi ini membuat sejumlah instansi pendidikan setempat, mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Daerah mana aja yang melakukan PJJ, serta berapa lama waktu yang ditentukan? Mari simak ulasan lengkapnya.

 

Kabut Asap
Kabut Asap Parah di Sumbar, Sejumlah Sekolah Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Apa kabar, teman-teman?

Kabut asap saat ini memang meramaikan berita di lini masa. Kenapa saya menyimaknya di lini masa? Karena di lingkungan tempat tinggal kami, memang nggak begitu terdampak. Namun, bukan berarti kesedihan saya nggak menyertai saudara-saudara satu negeri, yang lagi mengalami musibah karhutla ini.


Beberapa daerah lainnya di Sumbar juga terdampak cukup parah, yang membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah, akhirnya dialihkan menjadi PJJ.

Berdasarkan info yang saya baca dari akun Instagram Info Minang, kebijakan PJJ ini berlaku di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kota Pariaman, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Namun, jadwal pelaksanaannya berbeda-beda di tiap daerah. Ya, tentunya tergantung pada kondisi asap di wilayah tersebut.

 

PJJ di Kabupaten Pasaman Barat

Di Kabupaten Pasaman Barat, siswa TK/PAUD, SD, SMP, serta SKB/PKBM negeri dan swasta, menjalani PJJ pada 15–17 Oktober 2026. Kebijakan ini juga berlaku bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Pasaman Barat, serta Kabupaten Pasaman.

Nggak cuma itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat juga turut menerapkan pembelajaran daring bagi siswa RA dan madrasah, pada tanggal yang sama.

 

PJJ di Kota Pariaman dan Kabupaten Lima Puluh Kota

Sementara itu, siswa PAUD, SD, dan SMP di Kota Pariaman menjalani PJJ lebih lama, yaitu mulai 15 hingga 19 Oktober 2026.

Lalu, bagaimana dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Lima Puluh Kota? Di daerah ini, PJJ dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026.

Namun, walau kegiatan belajar siswa dilakukan secara daring di rumah, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya tetap harus datang ke sekolah, untuk mendukung pelaksanaan PJJ sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekolah-sekolah ini juga diminta untuk memberikan tugas secara wajar, serta menyesuaikannya dengan jadwal belajar siswa. Jadi jangan sampai, anak-anak dan orang tua mengalami kesulitan karena tugas yang menumpuk selama bersekolah dari rumah.

Lalu, bagi sekolah yang lagi mengadakan ujian tengah semester (UTS), jadwal ujian juga diharapkan bisa disesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di sejumlah daerah tersebut masih menyesuaikan kondisi di wilayah masing-masing. Jadwal masuk sekolah nantinya juga dapat berubah mengikuti hasil evaluasi kualitas udara dan keputusan instansi terkait.

Bagi orang tua yang memiliki anak-anak usia sekolah, di sejumlah daerah di Sumbar ini, tentunya diharapkan untuk selalu mengecek informasi terbaru dari sekolah masing-masing, maupun dari media sosial yang biasa memberikan info terkait.

Insya Allah, masalah kabut asap ini nggak berlangsung lama, biar anak-anak bisa kembali bersekolah dengan normal, serta kita pun bisa berkegiatan di luar rumah dengan nyaman seperti biasa.

Bagi teman-teman yang anak-anaknya dalam usia sekolah, saat ini sedang melakukan PJJ atau bersekolah seperti biasa? Semoga infonya bermanfaat, ya. Makasih banyak udah mampir.

Comments