Saat teman-teman menggenggam gelas teh yang baru diseduh, tetapi ujung jari cuma merasakan hangat yang samar. Bentuk gelasnya terasa, namun panasnya enggak. Itulah yang disebut kebas. Kebas sesekali karena posisi biasanya nggak berbahaya, tetapi kalau muncul hampir setiap hari, letaknya di jari, bisa memberi petunjuk awal. Ulasan tentang penyebab tangan kebas dan kesemutan, termasuk petunjuk dari jari yang terkena, layak dibaca sebelum teman-teman menebak-nebak sendiri.

Kenali Kebas dan Kapan Harus Waspada
Apa kabar,
teman-teman?
Sebenarnya, Apa yang Terjadi Saat Kebas?
Secara sederhana, kebas merupakan saat rasa di kulit berkurang atau hilang sama sekali. Istilah medisnya “hipestesia” -- bila yang hilang hanya sebagian, dan anestesi bila menyeluruh, menurut Alodokter. Keluhan ini paling sering terasa di jari, lengan, atau kaki.
Yang
hilang bukan cuma rasa sentuhan. MSD Manual menjelaskan orang yang kebas
bisa kehilangan kemampuan merasakan nyeri, suhu, getaran, sampai posisi bagian
tubuhnya sendiri, dan kebas bisa menjadi gejala kerusakan sistem saraf.
Kebas atau Kesemutan?
Cara
paling mudah membedakannya begini. Saat kebas, sentuhan terasa jauh, seolah ada
lapisan di antara kulit dan benda yang teman-teman pegang. Saat kesemutan,
kulit justru terasa terlalu ramai, seperti terbakar atau ditusuk-tusuk.
MSD
Manual mencatat banyak orang memakai kata kebas untuk sensasi yang sebenarnya
lain, seperti kesemutan atau rasa tertusuk. Kesemutan sendiri dalam istilah
medis disebut parestesia, yaitu sensasi nggak normal pada kulit, menurut artikel RSUP dr. Sardjito di laman Kemenkes.
Keduanya
sering datang berurutan. Halodoc menjelaskan kesemutan kerap
muncul saat saraf mulai pulih dari tekanan. Itulah sebabnya bagian yang
tertekan terasa kebas dulu, baru kemudian kesemutan.
Kenapa Kebas Tetap Perlu Diperhatikan?
Kebas
sering diabaikan karena nggak terasa sakit. Justru itu masalahnya. Rasa nyeri
bekerja seperti alarm, dan saat alarm itu mati, luka kecil bisa lewat tanpa
disadari.
MSD
Manual menyebut orang yang kebas, terutama di kaki,, bisa nggak menyadari
adanya luka, infeksi, atau cedera karena nggak merasakan nyerinya, sehingga
pengobatannya terlambat. Kebas yang berlangsung lama di kaki juga bisa
menyulitkan berjalan dan mengemudi, serta menaikkan risiko jatuh.
Kebas Jarang Datang Sendirian
Alodokter
mencatat lima keluhan yang sering menyertainya, yaitu kesemutan, sensasi
terbakar, rasa seperti tertusuk jarum, gatal, dan sensasi merinding. Yang perlu
lebih diwaspadai adalah kelemahan, misalnya benda mudah lepas dari genggaman.
MSD Manual memasukkan kelemahan yang cepat memburuk ke dalam daftar tanda
bahaya.
Dari Mana Kebas Datang?
Tekanan pada Saraf
Ini
penyebab paling umum. Alodokter mencontohkan duduk atau berdiri terlalu lama di
posisi yang sama, duduk bersila, dan tidur dengan kepala bertumpu di lengan.
Saraf tertekan, rasa hilang sebentar, lalu kembali setelah posisi berubah.
Kerusakan Kulit
Kebas
juga bisa terjadi di area kulit yang rusak, misalnya karena ruam, peradangan,
cedera, gigitan hewan, atau herpes zoster.
Kondisi Medis Tertentu
Kebas
yang terus berulang punya daftar penyebab yang lebih panjang. Artikel Kemenkes
dari RSUP dr. Sardjito mencantumkan sindrom terowongan karpal, diabetes,
kekurangan vitamin B12, gangguan tiroid, cedera tulang belakang, efek samping
obat tertentu, alkohol, hingga gangguan autoimun.
Untuk
tangan, letak kebas juga membantu menebak saraf mana yang terganggu, apakah di
pergelangan, siku, atau leher. Rinciannya ada di ulasan yang ditautkan di awal
artikel ini.
Kapan Kebas Harus Diperiksakan ke Dokter?
Huruf
Ke dalam kampanye SeGeRa Ke RS dari Kementerian Kesehatan
berarti kebas separuh tubuh. Huruf lainnya mewakili senyum yang miring, gerak
sebelah badan yang mendadak lemah, bicara pelo, penglihatan yang mendadak
buram, serta sakit kepala hebat yang datang tanpa aba-aba. Semuanya tanda
stroke yang harus dibawa ke rumah sakit saat itu juga.
MSD
Manual menambahkan tanda bahaya lain, di antaranya kebas yang datang mendadak,
kelemahan yang cepat memburuk, gejala yang menyebar ke bagian tubuh lain, sulit
bernapas, dan hilangnya kendali buang air. Orang dengan tanda seperti ini perlu
segera ke rumah sakit.
Kalau
nggak ada tanda bahaya, MSD Manual menyarankan menghubungi dokter, yang akan
menentukan seberapa cepat teman-teman perlu diperiksa. Dokter biasanya bertanya
bagian tubuh mana yang kebas, kapan mulainya, seberapa cepat memburuk, dan
gejala apa yang menyertai, lalu memeriksa rasa raba, refleks, dan kekuatan
otot. Menurut sumber yang sama, informasi soal bagian yang terkena dan
kecepatan munculnya gejala membantu dokter menemukan lokasi dan penyebab
gangguannya.
Yang Bisa Kita Lakukan Saat Kebas Datang
Tiga
langkah pertama di bawah cocok untuk kebas karena posisi, yaitu kebas yang
penyebabnya sudah jelas. Dua langkah terakhir berlaku untuk siapa pun yang
sering kebas.
- Ganti
posisi lalu gerakkan bagian yang kebas. Artikel RSUP dr. Soeradji di laman Kemenkes menyebut
cara ini membantu aliran darah kembali lancar.
- Pijat
pelan sampai rasanya mereda, seperti disarankan sumber yang sama.
- Pakai
kompres hangat atau dingin, disesuaikan dengan penyebabnya, menurut
Alodokter.
- Hati-hati
dengan benda panas atau tajam bila tangan sedang kebas, seperti dianjurkan
MSD Manual, karena kulit tidak memberi peringatan.
- Bila
kaki yang kebas, pakai kaus kaki dan sepatu yang pas, periksa bagian dalam
sepatu dari benda asing sebelum dipakai, dan lihat telapak kaki secara
rutin untuk mencari luka.
Bila
kebas tetap datang padahal posisi sudah Anda perbaiki, sebabnya ada di tempat
lain dan perlu dicari bersama dokter.
Adakah Obat Kebas dan Kesemutan?
Kebas
nggak punya satu obat yang cocok untuk semua orang. MSD Manual menjelaskan
pengobatan diarahkan ke penyebabnya bila memungkinkan, dan obat untuk nyeri
saraf bisa membantu meringankan gejala. Artikel Kemenkes dari RSUP dr. Sardjito
menambahkan bahwa suplemen baru disarankan dokter bila penyebabnya memang
kekurangan vitamin. Membeli obat kebas sebelum tahu penyebabnya sama saja
dengan menebak.
Apakah Jamu Pegal Linu Bisa untuk Kebas?
Untuk
kebasnya sendiri, tidak. Tetapi kebas karena posisi kerja kadang datang bersama
lengan atau bahu yang pegal, dan untuk pegal itulah jamu punya tempat.
Jamu pegallinu Zuo Hao Shi terdaftar di BPOM dengan nomor TR 233073191
dan bersertifikat halal MUI, dengan klaim membantu meredakan pegal linu dan
nyeri pada persendian. Isinya lima bahan, yaitu jahe, serai wangi, kayu manis,
cengkeh, dan akar peony. Jadi bila kebasnya sudah hilang setelah posisi
diperbaiki tetapi lengan dan bahu masih pegal, Zuo Hao Shi bisa menjadi pilihan
untuk meredakan pegalnya.
Jamu
tetap bukan pengganti pemeriksaan bila kebas terus berulang. Cocokkan nomor
izin edarnya di cekbpom.pom.go.id, dan tanyakan dulu ke dokter atau apoteker
kalau teman-teman sedang hamil atau menyusui, punya masalah hati atau ginjal,
sedang menjalani pengobatan dokter, atau jamunya untuk anak.
Supaya Kebas Tidak Sering Datang
Untungnya,
sebagian besar pencegahannya cuma soal kebiasaan sehari-hari.
- Ganti
posisi secara berkala dan hindari pakaian yang terlalu ketat, seperti dianjurkan
artikel RSUP dr. Sardjito.
- Makan
makanan yang baik untuk saraf, seperti buah, sayur, biji-bijian, protein
tanpa lemak, dan sumber vitamin B12.
- Berolahraga
sekitar 30 sampai 60 menit, setidaknya tiga kali seminggu, sesuai anjuran
Alodokter.
- Berhenti
merokok dan batasi alkohol.
- Istirahat
yang cukup.
- Bila punya
diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, kontrol sesuai anjuran
dokter.
Yang Sering Ditanyakan soal Kebas
Sebenarnya
kebas itu artinya apa? Kebas atau hipestesia berarti rasa yang berkurang, dan
disebut anestesi bila rasa hilang sepenuhnya. Kesemutan atau parestesia
berbeda, karena rasanya bukan berkurang melainkan berubah menjadi sensasi yang
tidak normal.
Apakah
kebas selalu tanda saraf rusak? Nggak selalu. Kebas karena posisi akan hilang
setelah tekanan pada saraf berhenti. Namun MSD Manual menyebut kebas bisa
menjadi gejala kerusakan sistem saraf, jadi kebas yang berulang atau muncul
tanpa sebab jelas sebaiknya diperiksakan.
Tulisan ini untuk edukasi. Keputusan soal pemeriksaan dan pengobatan tetap dibicarakan dengan dokter atau apoteker.
Comments
Post a Comment
Hai temans, makasih banyak ya udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen dimoderasi dulu ya. Jangan lupa untuk mampir pada postingan lainnya.