Resep Sayur Godog Betawi Campur Udang untuk Sayur Ketupat Lebaran

Cara memasak sayur godog betawi dari olahan labu siam dan pete, dengan campuran udang. Rekomendasi sayur ketupat lebaran khas Betawi.


Apa kabar, teman-teman?

Saya masih ingat betul, saat SD dulu tiap kali bel istirahat tiba, salah satu makanan kenyang yang saya beli selain nasi uduk adalah ketupat sayur. Lontong sayur tepatnya, karena dibikinnya memang menggunakan plastik. Dengan kuah gulai yang berisi entah pepaya muda atau labu siam – saat itu mana tau saya spesifik tentang masakan, haha...

Sebelum ngasih kerupuk, si bapak pun nanya, “Mau pakai tahu?”

Tentu semua disesuaikan dengan uang jajan, karena kalau nambah tahu, artinya nambah lagi harganya.

Selanjutnya tinggal dikasih kerupuk oranye, kemudian si bapak lanjut nanya, “Pakai sambal, nggak?”

Selesai, lontong sayur dengan rasa gurih manis itu buat saya enak banget. Kalau ditambah sambal, rasanya pun bertambah dengan ada rasa pedasnya.

Lama-lama saya pun tau, kalau sayur lontong yang enak itu namanya sayur godog. Bisa dengan pepaya muda maupun labu siam. Karena kami memang orang Minang, jadi tiap kali lebaran, sayur ketupat yang almarhumah nenek bikin itu kadang sayur nangka pakai cincang, sayur buncis kuah kuning, atau sayur pakis.

Selain makan di jajanan sekolahan, tetangga pun juga ada yang jual lontong sayur godog ini. Lontong Betawi kami menyebutnya. Lalu pas almarhumah nenek udah nggak ada dan tradisi masak sayur ketupat itu diteruskan ke tante, jadilah kami meminta bikin sayur betawi aja alias sayur godog. Walau sayur ketupat khas Minang tetap kami masak untuk tukar-tukar.

Tante memang lebih terbiasa untuk memasak sayur godog dengan irisan labu siam, karena terkadang kalau pepaya muda suka pahit. Labu siam yang dicampurkan dengan pete – yang buat dia katanya harus banget biar tambah enak, haha...

Hingga akhirnya pas saya udah senang masak-masak – senang ya, bukan jago masak, haha... – sayur godog inilah salah satu sayur ketupat yang saya bikin. Kali ini sayur godognya saya tambahkan dengan udang, biar kuahnya pun lebih maknyuss. Berlebaran dengan menu udang pastinya juga sama menyenangkan.

Di foto ini memang nggak menggunakan pete, jadi teman-teman bisa tambahkan 1 papan pete yang dikupas kulitnya, lalu dibelah dua atau belah empat. Lalu kalau difoto ini juga kuahnya kelihatan kuning banget, ini karena memang nggak dikasih cabe merah sama sekali, biar anaknya adek yang masih balita bisa ikut makan. 


Sayur Godog Betawi - bumbunya nggak ditumis

Oh ya, sayur godog betawi itu bumbunya nggak ditumis ya. Jadi dimasukkan berbarengan dengan santan. Ini mirip dengan cara masak semur betawi, bumbunya nggak ditumis juga. 

Ada yang mendidihkan santan cair dulu dengan bumbu, setelah itu masuk sayur, kemudian baru santan kental. Kalau santan mau dimasak berbarengan di awal, jangan lupa untuk sering-sering diaduk ya menjelang mendidih, biar santannya nggak menggumpal. 

Sayur godog betawi itu memang menggunakan pepaya muda. Tapi karena terkadang pepaya muda itu suka pahit, adapula yang menggunakan labu siam aja, termasuk kami di rumah. Cuma, kalau sayur labu siam ini lebih gampang basi. Jadi jangan lupa untuk sering dipanaskan ya. Misal siang, sore, dan malam menjelang tidur atau udah nggak ada yang mau makan lagi. Sayur labu siam pun jadi tetap enak walau untuk besoknya.


Cara membuat Sayur Godog Betawi Campur  Udang, ini dia yang perlu disiapkan:

1 buah labu siam yang besar, kupas kulitnya, lalu iris memanjang
1 papan pete, kupas isinya, belah dua atau empat
250 gram udang, bersihkan
1 butir kelapa parut untuk 1,5 liter santan

3 lembar daun salam, sobek
1 batang serai, geprek
1 ruas ibu jari lengkuas, geprek
1 keping kecil gula merah

1 sdt garam
1/2 sdt penyedap
Seujung sendok gula pasir


Bumbu gilingnya:

8 siung bawang merah
2 siung bawang putih 
20 buah cabe merah
1 sdm ebi


Note:

Untuk sayur godog Betawi memang nggak menggunakan bawang putih. Tapi ini karena pakai udang, jadi saya gunakan bawang putih sedikit ya.

Sayur godog Betawi juga nggak menggunakan lengkuas. Jadi ini saya tambahkan juga ya. Lalu pas discuss dengan Mba Ade Ufi yang juga food blogger Betawi asli, haha... Doi juga kalo bikin sayur godog Betawi ini pakai lengkuas geprek juga. 

Kalau mau lebih pedas, bisa diketokkin cabe rawit merah secukupnya ya...


Lalu ini ya cara memasak sayur godog udang:


Labu siam yang udah diiris dan dicuci, diaduk dengan seujung sendok garam ya. Ini gunanya menghilangkan getah-getah sisa, dan biar nggak hambar juga.

Tuang santan, bumbu giling, daun salam, serai, lengkuas, garam, dan penyedap. Masak hingga mendidih, sembari sering diaduk ya. Gunakan api sedang aja.

Masukkan udang, pete, dan gula merah. Masak sembari sesekali diaduk.

+_ 10 menit kemudian, masukkan labu siam. 

Masak sembari sesekali diaduk. Mulai dari dimasukkan udang hingga labu siam empuk, ini kurang lebih 30 menit ya.

Menjelang matang, masukkan gula.

Cobain dulu ya rasanya, entah mungkin garamnya kurang. Kalau misalnya kurang manis, tambahkan gula pasir aja. Sayur godog Betawi cenderung ke pedas manis ya.



Untuk penyajiannya bisa ditambahkan bawang goreng dan juga kerupuk. Mungkin sambal goreng tambahan ya. Sayur ketupatnya udah matang, lalu gimana dengan ketupat atau lontongnya?

Kalau saya beli ketupat instant mini merk Adabi aja. Cara memasaknya bisa teman-teman mampir di link ini ya: Cara Memasak Ketupat Instant Mini Adabi dengan Magiccom

Makasih banyak ya teman-teman udah mampir. Moga bisa jadi rekomendasi ya bagi teman-teman yang ingin memasak sayur ketupat.

2 comments:

  1. Kalo seandainy mba di Jakarta, aku udah pesen mba buat lebaran besok 😂. Bikin sendiri, udahlaaah, bhaay aja kalo aku yg bikin 🤣🤣🤣. Lebaran besok sbnrnya aku pesen Ama temen, tapi kemarin malam dia cancel Krn ada urusan mndadak. Puyeng aku 😂😂. Terpaksa pake tekwan dan pempek. No lontong dkk lah 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah repotnya kalo cancel mendadak ya. Karena ini kan memang moment untuk makan ketupat. Apalagi kalau open house, waduh :D

      Delete

Hai, temans... Makasih banyak ya udah mampir. Semua komen lewat jalur moderasi dulu ya :D Don't call me "mak" or "bund", coz I'm not emak-emak or bunda-bunda :P