Jangan Salah Masak! Begini 5 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Kambing Kurban Idul Adha

Saat menerima kantongan daging kurban, adakalanya kita belum bisa membedakan mana daging sapi dan kambing. Walhasil, takaran bumbu serta proses memasak pun jadi kurang tepat. Melalui tulisan ini, mari kita mengenal 5 cara membedakan daging sapi dan kambing ,sebelum acara memasak dimulai.

Daging Kurban
5 Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Kambing Kurban Idul Adha

Apa kabar teman-teman?

Salah satu momen yang paling dinantikan saat perayaan Idul Adha, tentu aja pembagian hewan kurban. Baik bagi yang berkurban maupun warga sekitar, Idul Adha selalu menjadi waktu di mana stok daging akan melimpah di dapur. Jadi nggak heran kalau pada tiap rumah, bisa mendapatkan lebih dari satu kantong daging kurban dari berbagai tempat.

“Ah di rumah gue nggak gitu kok, Nit!”

“Ya udah maap…” tutup mulut pake telapak tangan kanan*

Tapi, kadang ini juga menjadi tantangan yang sering kali bikin bingung. Karena daging yang dibagikan itu bercampur -- bahkan adakalanya dalam satu kantong pun isinya campur aduk -- sering kali kita yang belum paham betul seluk-beluk daging, jadi bingung kan ya. Melihat tumpukan potongan daging tersebut, semuanya kelihatan sama aja.

Padahal, kalau misalnya kita salah nih mengenal jenis daging, bisa berujung pada masalah selanjutnya. Takaran bumbu yang nggak pas, proses memasak yang kurang tepat, hingga hasil akhir masakan yang aromanya mungkin kurang sedap, karena salah cara memasaknya.

 

Jadi biar masakan kita tetap juara, yuk simak 5 cara praktis membedakan daging sapi dan kambing berikut ini:

Beda Daging Sapi dan Kambing
Kiri daging sapi dan kanan daging kambing

1. Perhatikan Warnanya

Langkah pertama yang paling mudah adalah melihat warnanya di bawah cahaya terang. Daging sapi, umumnya punya warna merah ceri yang segar dan terang. Kalau didiamkan agak lama, warnanya akan berubah jadi merah tua yang pekat.

Sementara kalau daging kambing cenderung berwarna merah pucat atau merah jambu. Tapi kalau berasal dari kambing yang udah berumur, warnanya bisa berubah menjadi merah gelap.

 

2. Cek Tekstur Seratnya

Serat daging merupakan kunci untuk menentukan durasi memasak. Daging sapi memiliki serat yang halus dan sangat rapat, sehingga garis-garis dagingnya terlihat tipis.

Sebaliknya, daging kambing memiliki serat yang kasar, tebal, dan tampak renggang. Kalau teman-teman memegangnya, serat kambing akan terasa lebih menonjol di permukaan kulit jari.

 

3. Tes Aroma (Ciri Paling Khas!)

Kalau masih ragu, saatnya hidung yang bekerja, hahaha… Daging sapi memiliki aroma gurih daging yang netral.

Namun, daging kambing memiliki aroma "prengus" yang tajam dan sangat khas. Aroma ini sangat unik, dan tetap akan tercium kuat meski daging masih dalam keadaan mentah.

 

4. Pegang Bagian Lemaknya

Lemak sapi dan kambing punya sifat yang sangat berbeda saat disentuh. Pada daging sapi, lemaknya terasa lunak, berminyak, dan berwarna putih kekuningan.

Berbeda dengan daging kambing yang lemaknya memiliki tekstur lebih keras, kaku, dan warnanya putih pekat. Lemak kambing juga lebih cepat menggumpal atau "membeku" di suhu ruang.

 

5. Rasakan Kekenyalannya

Terakhir, kita juga bisa menekan daging dengan jari, untuk merasakan elastisitasnya. Daging sapi biasanya terasa lebih padat dan kencang; saat ditekan. Daging akan cepat kembali ke bentuk semula.

Sedangkan daging kambing terasa lebih empuk, lembek, dan cenderung terasa lebih lengket di tangan saat dipegang.

 

Tips Tambahan: Setelah berhasil membedakannya, teman-teman bisa langsung memisahkan wadahnya ya. Ini dilakukan biar aroma prengus dari daging kambing, nggak menempel pada daging sapi yang aromanya lebih netral.

Akhir kata, Selamat Hari Raya Idul Adha bagi teman-teman yang merayakan. Selamat mengolah daging kurban untuk menjadi masakan yang istimewa. Moga infonya bermanfaat. Makasih banyak ya udah mampir.

Comments

  1. Terimakasih banyak informasi nya mbaa ... tinggal eksekusi nanti saat Idul Adha 🫶

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai temans, makasih banyak ya udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen dimoderasi dulu ya. Jangan lupa untuk mampir pada postingan lainnya.