Jalan-Jalan Malam di Jonker Walk (Ngayap-Ngayap ke Melaka - Singapura Day 1C)




Hang Out @Jonker hotel ini lokasinya nggak jauh dari muka jalan Jonker St. Begitu masuk jalan,
nggak jauh ada perempatan, belok kiri. Hangout @Jonker ada di seberangnya. Tetangga kanan-kirinya banyak kedai makan dan penginapan juga, jadi ya termasuk daerah hiruk pikuk juga.

Perempatan menuju Jonker St, Melaka
Begitu kami buka pintu, langsung disapa oleh Miss resepsionis. Karena booking hotelnya atas nama Mba Piet, trus Miss-nya nanya gini,

“Yang mana ni yang Kakak Pipiet?”

Trus saya jawab, “Yang ini, yang cantik.”

Si Miss-nya balas sambil ketawa, “Yang molek. Kalau di sini sebutnya molek.”

Mau cantik, mau molek, pokoknya Mba Piet kege-eran deh, haha... 

Trus kami diminta untuk ngasih lihat paspor. Selesai ketik-ketik, kami pun dikasih kunci yang gunanya untuk nge-tap pintu masuk (jadi dari ruang resepsionis ini ada pintu kaca yang masuknya mesti nge-tap dulu) dan pintu kamar.

Dari ruang resepsionis pun udah kelihatan kalau setelah pintu kaca ini adalah ruang makan dan ruang internetan. Untuk hotelnya, saya mau tulis di post yang berbeda ya. Saya lupa, kamar kami ada di lantai berapa, tapi naiknya pakai lift. Kamar kami ada di dekat lift banget.  

Selesai istirahat dan segala macem, kami mulai kelayapan sambil hunting makan malam. Keluar hotel, kami jalan ke arah kanan lalu belok kiri. 

Jonker Walk, foto mba Piet
Salah satu kelenteng yang kami lihat di Jonker Walk, Melaka
Ini kelenteng juga yang kami lihat di Jonker Walk, Melaka
Sepanjang Jonker Walk ini didominasi oleh toko souvenir, kedai makanan, dan ada beberapa kelenteng juga. Sewaktu googling, yang kami tau itu di Jonker St, ada pesta kuliner malam atau night market sih lengkapnya. Lah kok ini sepi-sepi aja ya, haha... Jawabannya ada di post selanjutnya. 

Sampai ujung jalan, kami belok kiri dan jalan lurus lagi, tau-tau sampe depan jalan aja, belok kanan trus nyampe lagi deh di hotel, haha...

Ini kelenteng juga di Jonker Walk, Melaka
Udah kelilingin jalan itu, kami belum ketemu makanan halal. Akhirnya kami keluar ke muka jalan lalu lanjut jalan kaki ke perempatan Gereja. 

Kalau ke hatimu, belok ke yang mana? :P :P :P Stadhuys, Melaka
Area Gereja Stadhuys, Melaka

Kami belok kanan, ke sini...

Jalan Merdeka, Melaka
Dan ini yang kami lihat-lihat...

Replika salah satu peninggalan sejarah di Stadhuys area, Melaka
Kincir Melaka, sebelum ngelihat kincir Belanda
Di sepanjang jalan banyak juga becak-becak wisata yang dihias cakep-cakep. Trus pake musik, lagu dangdut di sini, haha... Karena kami jalan dikit trus cekrek, jadi nggak pingin kalau naik becaknya, sekalian irit ringgit.

Sepeda cantik yang akan membawa pengunjung mengelilingi Stadhuys area, Melaka
So far kami belum ketemu makanan halalnya, haha... Perjalanan kami selanjutnya yaitu di sepanjang sisi kiri Malacca Riverside. Di sini banyak juga orang jualan, kayak sate seafood, mainan, dan souvenir. Ngelihat sate seafood saya pingin beli, tapi pingin makan yang kenyang kayak nasi atau mie. Ada beberapa lokasi untuk beli tiket perahu. Lagu dangdut dan pop Indonesia pun bersahut-sahutan.

Melaka River Cruise, 

Ini foto pas paginya. Malacca Riverside
Ngelihat perahu wisata yang mondar-mandir, saya pingin naik perahu. Di itinerary yang kami buat juga, naik perahunya di Melaka aja. Selain karena lebih murah, saya udah pernah nyobain naik perahu di Clarke Quay ke Boat Quay. Jadi di Singapur nggak usah naik perahu lagi.

Ini perahunya di Malacca Riverside
Tapi karena badan saya udah gemeteran, (saya kalau makan dikit aja cepet kenyang, tapi kalau lapar bisa langsung drop mau pingsan, haha...) naik perahunya nanti aja kelar makan.

Kerlip lampu dari Casa del Rio hotel di seberang river keren banget. Hotelnya pun luas banget, tapi mahalll... Dan pada akhirnya, sampe ke ujung river, ketemulah kami dengan yang namanya makanan halal, haha... Ini bukan karena di Jonker susah cari makanan halal ya, cuma kami nggak bikin itinerary aja untuk tempat makan yang sesuai.

Cuma ada dua kedai deh rasanya, yang jualan tomyam dan nasi ayam. Ada sih kedai-kedai lain, tapi tutup. Kami makan di kedai nasi ayam.

Ini Casa del Rio, Malacca Riverside
Penderitaan saya belum selesai pemirsahhh... hahahah... Itu ibu nganterin makanannya lama banget. Sempet mau cancel, karena kami sampe disamperin ibu kedai penjual tomyam, dikiranya belum pesen makan. Tapi akhirnya kita mikir lagi, takutnya cari masalah, haha...

Akhirnya itu makanan datang juga. Kayaknya sih harganya 7 ringgit deh. Saya lupa foto makanannya, haha... Nasi pakai ayam dipotong-potong yang tulangnya masih ngikut, pakai saus pedas manis. Di sebelah kedai nasi ayam ini, ada kedai minuman. Kami beli mineral water yang 1 liter sekalian, karena harganya lebih murah. Rasanya 9 ringgit deh. Produk lokal, bukan Aqua.

Kami makan sambil ngelihatin river. Asyik sih, cuma karena malam itu rada sepi dan lampunya juga remang-remang, jadi ngantuk, haha...

Selesai makan, kami berencana mau naik perahu, eh tapi gerimis. Ya udah kami buru-buru pulang ke hotel. Hahaha... nggak jadi deh naik perahunya.

Sewaktu saya ke Singapur jilid 1, saya juga gagal nonton laser show. Dan pada akhirnya, Allah kasih saya kesempatan lagi ke Singapur jilid 2, ya yang kelayapan ini, untuk nonton laser show dari Merlion Park. Ya siapa tau, Allah emang mau ngasih kesempatan saya buat ke Melaka lagi, hehe... Eh sebenernya kami berencana untuk naik perahunya besok paginya aja, kalau ada waktu.

Sampai di sini dulu ya cerita-ceritanya. Postingan selanjutnya saya mau cerita yang ke Bukit St. Paul, sekitar Gereja dan museum, dan ketika kembalian ringgit kami kelebihan di sebuah kedai makan di Malacca Central. Makasih ya udah baca...

Comments