[Kuliner] Ngopi Kece dengan Kopi Indonesia di The Iron Samurai Coffee

The Iron Samurai Coffee

Apa kabar, teman-teman?

Selasa kemarin, saya dan adek sepupu nyobain ngopi di The Iron Samurai Coffee. Cafe atau coffee shop ini ada di daerah Jakarta Barat, deket Gajah Mada Plaza tepatnya di belakang restoran Angke. Lokasinya di tengah-tengah ruko di baris kedua dari gerbang.

The Iron Samurai Coffee

Parkir motornya emang nggak di depan cafe langsung, tapi dari area parkir, kami cuma jalan tiga ruko deh rasanya. Di sisi kiri luar ada meja keliling. Bisa menjadi pilihan untuk customers yang mau merokok.

The Iron Samurai Coffee

Begitu kami masuk, wow... mata kami langsung tertuju pada ini samurai yang tingginya hampir se atap.  Lalu di pojok sisi kiri ada dispenser yang isinya infused water, tapi saya lupa foto. Saya lupa lagi nggak bawa botol minum. Padahal lumayan daripada bikin ndiri, haha...

The Iron Samurai Coffee

Kursi-kursinya dari kayu dan ada juga sofa. Kami milih duduk di sofa area belakang dekat ruang kasir yang menyatu dengan ruang barista. Nggak lama kami duduk, waiter pun ngasih buku menu.

The Iron Samurai Coffee


The Iron Samurai Coffee

Saya tertarik banget untuk nyobain “affogato”. Ini kopi pahit yang diguyurin ke es krim vanilla. Karena kopinya pahit, jadi pas dimakan bareng es krim vanilla, rasanya jadi pas dan enggak terlalu manis. Ini cocoknya buat dessert ya, tapi saya malah pesan buat teman makan nasi, haha bodo amat.

Affogato The Iron Samurai Coffee
Affogato
Untuk makannya, saya pesan nasi tim ayam, karena jarang-jarang banget nemu makanan kayak gini, kecuali kalau ngajar ke rumah Jordy, haha... Sama mamanya suka dibeliin nasi tim ayam yang halal. 

Untuk nasi timnya, ini cocok banget buat saya dan kita-kita yang enggak doyan makanan kelewat gurih. Rasa ayam di atasnya itu manis. Nasi tim ayam ini juga cocok untuk jadi pilihan anak-anak karena nasinya udah enak pakai kecap dan bumbu, plus nggak pedas. Cuma nggak dikasih sambalnya nih, tapi saya nggak minta sih karena adek pesen mie ayam udah ada sambalnya.

Nasi Tim - The Iron Samurai Coffee
Nasi Tim
Kalau adek saya pesan ini, cold coffee late. Karena bukan penggemar kopi manis, saya senang dengan kopi yang gulanya dipisah gini, jadi bisa ngatur sendiri kadar manisnya. Gulanya cair jadi gampang ngaduknya.

Cold Coffee Late - The Iron Samurai Coffee
Cold Coffee Late
Mie Samurai jadi pilihan adek untuk makannya. Ini mie ayam yang nggak cuma pakai ayam dan pangsit aja, tapi juga ada baso ikan dan irisan kayak ikan sih. Ini juga cocok banget buat kita-kita yang enggak doyan makanan kelewat gurih.

Mie Ayam - The Iron Samurai Coffee
Samurai Mie
Sambil makan, saya juga ngobrol-ngobrol dengan Pak Aslan, manager-nya The Iron Samurai Coffee yang kebetulan duduk di sofa sebelah saya. Si bapak lagi laptop-an tapi saya ganggu kepo-kepo, haha...  tapi pak Aslan ramah kok dan mau cerita-cerita banyak tentang The Iron Samurai Coffee ini.

The Iron Samurai Coffee ini udah exist sejak tiga bulan yang lalu. Walau nama dan konsepnya jejepangan, tapi kopi-kopi di The Iron Samurai Coffee menggunakan kopi lokal alias kopi Indonesia.

The Iron Samurai Coffee

Selain kopi, minuman spesial di The Iron Samurai Coffee juga ada spesial STMJ. Kenapa spesial, karena kalau STMJ kan umumnya kan telurnya itu berasa banget, jadi bikin eneg. Kalau spesial STMJ di The Iron Samurai Coffee diolah biar lebih enak dan proses bahannya ini ajegile sampe enam jam, haha...

The Iron Samurai Coffee

Buat yang nggak doyan ngopi, minuman lainnya juga ada kok, kayak jus-jus gitu.

Oh ya, pak Aslan juga menegaskan kalau semua menu di The Iron Samurai Coffee itu halal. Umumnya yang datang ke cafe ini orang-orang kantoran sekitar. Makanya cafe ini justru ramenya pas weekdays, sabtunya nggak gitu rame dan biasanya ada yang booking untuk event, dan minggu libur. Kalau ramenya sih pas jam-jam pulang kerja.

The Iron Samurai Coffee buka dari jam sembilan sampai jam sebelas malam. Untuk yang mau breakfast-an di sana, ada promo sandwich dan omelet plus ngopi. Kalau sandwich-nya doang harganya 25 ribu, sedangkan promo sandwich-nya 30 ribu plus ngopi. Sedangkan untuk omelet plus ngopi dikenakan harga 40 ribu.

The Iron Samurai Coffee

Saya kaget juga pas pak Aslan cerita, itu sandwich yang bikin istrinya owner. How nice his wife is, suami buka cafe dan istri menyalurkan hobi masak. Pas kami ngobrol, saya juga sempet kenalan dengan pak owner-nya.

“Saya asistennya, pak Aslan,” kata beliau pas kami kenalan.
“Bohong. Ini owner cafe-nya,” sambung pak Aslan sambil ketawa.
Ah... orang-orang hebat mah emang selalu gitu... humble.

Kalau untuk kapasitas ruangannya, kata Pak Aslan bisa menampung sampai 50 orang. Dan biasanya kalau ada yang mau bikin acara secara private, ada juga VIP room-nya untuk menampung hingga 20 orang.
The Iron Samurai Coffee

Yang beda dari The Iron Samurai Coffee ini, cafe mereka lebih berkonsep ke customers young adults dan adults.

Selain di Jakarta Barat, The Iron Samurai Coffee  juga bikin franchise di Sunter, Kemang, dan di mana lagi ya... Ada sih disebutin tempat lainnya yang bikin saya nyeletuk, “Nanti bikin di Bassura City ya, Pak. Saya deketnya ke sana.” Haha...

The Iron Samurai Coffee

So far kami senang sih ke sana. Nggak cuma staff-nya aja yang ramah, atasannya pun juga nggak kalah ramah. Tempatnya nyaman dan asyik buat foto-foto dengan background kartun. Adek saya kesel karena baru tau kalau pedang si samurai bisa dilepas. Jadi bisa foto sambil gaya pake pedang, haha... Ya udah ntar ke sana lagi kalau ada kesempatan.

Pilihan menunya juga banyak dan lebih mengusung ke makanan sehat.

Terima kasih banyak ya teman-teman udah mampir. Moga bisa jadi rekomendasi untuk kulineran atau ngopi seru di Jakarta. 

The Iron Samurai Coffee
 Komplek Ketapang Indah Blok. B3 No. 9 Tamansari, Jl. Kh. Zainul Arifin No.8, Krukut, RT.4/RW.7, Krukut, Jakarta Barat

Comments

  1. Unik konsepnya, a la samurai-samurai :D
    Pengen makan kesini, njajal es krim vanilla plus kopi sama sandwichnyaaa, manteb nih kayanya. Huhu jadi laper euy.

    ReplyDelete

Post a Comment

Makasih banyak ya teman-teman udah meluangkan waktu untuk mampir. Semua komen akan melewati jalur sensor dulu yaaa...

BTW don't call me "Mak" or "Bunda" cause I'm not Emak-Emak or Bunda-Bunda :P